Berita

DBS Singapura/Net

Hukum

Bareskrim Tangkap Pembobol Dana Nasabah Bank DBS

JUMAT, 09 MARET 2018 | 02:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Terduga pembobol dana milik nasabah Bank DBS Singapura kembali ditangkap. Tersangka BFH ditangkap penyidik Bareskrim Polri dengan sejumlah barang bukti di salah satu cluster perumahan Gading Serpong, Karawaci, Tangerang, Banten.

"Tersangka ditangkap Kamis, 8 Maret 2018, pukul 00.35 WIB," ujar Yahyan Dwi Saputra, penyidik Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri, kepada wartawan, Kamis (8/3).

BFH, menurut dia, menerima dana hasil kejahatan pembobolan rekening Dali Agro Corps di Bank DBS Singapura sebesar 50.000 dolar AS atau setara Rp 662.617.450.


Dana hasil kejahatan pembobolan diterima perempuan paruh baya itu melalui rekening tabungan di Bank Danamon. Pelaku membuka rekening dengan menggunakan KTP palsu milik FFA. Dana diterima tanggal 3 Maret 2017.

"Setelah dana 50 ribu dolar AS masuk, dana ditarik tunai 22 kali dengan cara penarikan di beberapa kantor cabang Bank Danamon, beberapa mesin ATM dan pemindahbukuan pada rekening lainnya," kata Yahyan

BFH disangka melakukan Tindak Pidana Transfer Dana Tanpa Hak dan atau Tindak Pidana Pemalsuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang, sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau pasal 263 (2) KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 5 dan atau 10 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang.

Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan BFH antara lain buku rekening, slip transaksi pada beberapa bank, dkumen terkait pemalsuan KTP dan NPWP atas nama FFH, telepon seluler dan sejumlah uang tunai.

Hasil pemeriksaan tersangka mengaku membuka rekening di Bank Danamon atas permintaan MCI yang kini berstatus DPO. Tersangka juga mengaku dana digunakan untuk keperluan pribadi dan sebagian dibagikan ke teman-temannya.

"Tersangka memiliki 17 rekening di sejumlah bank. Ada dugaan rekening ini terindikasi pernah melakukan penerimaan dana dari luar negeri ataupun dalam negeri yang merupakan hasil kejahatan," tukas Yahyan.

Diketahui, terjadi transaksi tanpa hak atas nasabah Green Palm Corp dan Dali Agro Corps di Bank DBS Singapura. Peristiwa ini terjadi pada medio akhir 2016 sampai 2017 dengan total kerugian nasabah sebesar 1,9 juta dolar AS.

Setelah melakukan pengaduan ke Bank DBS, pihak Green Palm Corp dan Dali Agro Corps membuat laporan polisi di Singapura.

Karena sebagian dari rekening bank penerima berada di Indonesia maka pelapor pada akhir bulan April 2016 membuat laporan ke Bareskrim Polri. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya