Berita

Foto/Kemnaker

Praktisi SDM Harus Antisipasi Perkembangan Teknologi Digital

KAMIS, 08 MARET 2018 | 19:56 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor kunci dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Karena itu, para praktisi SDM dan HRD manajemen harus mempunyai sistem yang mampu menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto  saat membuka Seminar Nasional Human Resources Departement Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI) 2018, di Cikarang,  Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/3).


Tema seminar “Peran dan Tantangan Praktisi HR dalam Meningkatkan Kinerja SDM di Era Teknologi Digital dan Fenomena Disruption”

Menurut Hery, untuk mengantisipasi perkembangan teknologi digital, para praktisi SDM  di Indonesia harus menaruh perhatian  sangat besar terhadap pembinaan dan pengembangan SDM khususnya untuk menyiapkan SDM yang kompeten dan berdaya saing.

“Menghadapi tantangan fenomena perubahan atau biasa disebut fenomena disruption di era teknologi digital seperti sekarang ini.  Peran praktisi SDM  sangat penting untuk selalu siap menghadapi perubahan dengan terus berinovasi, menggantikan teknologi lama dengan teknologi digital baru yang lebih efisien dan bermanfaat,” kata Hery.

Lanjut Hery, agar dapat beradaptasi dan berkompetisi di era ini, diperlukan pemikiran yang inovatif dan out of the box  atau bahkan no box. Dan itu dapat terjadi apabila kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki wawasan yang luas.

"Apabila tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi, maka dengan sendirinya akan tergilas oleh arus perubahan itu sendiri. Eksistensi pelatihan dan pengembangan SDM harus diutamakan untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan kinerja, dan mengembangkan kompetensi karyawan  yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman," katanya.

Untuk mempersiapkan SDM yang handal, kata Hery perlu dilakukan reformasi investasi SDM yang melibatkan perubahan dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja.

Pemerintah kata Hery, berharap agar pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan.

“Kami berharap investasi yang telah ada dapat ditingkatkan, termasuk investasi SDM, sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi semakin luas dan memberikan transfer kemampuan (skill) bagi pekerja Indonesia di berbagai sektor usaha,” kata Hery. [dzk]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya