Berita

Politik

Kata Cokro Ekonomi Murtad

SELASA, 06 MARET 2018 | 18:48 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PARA pemimpin Budi Utomo menyebut ekonomi liberal sebagai "tanaman dari negeri asing", een plant
van vreemden bodem, yang tidak sesuai dengan iklim Indonesia.

Pemimpin Syarekat Islam Cokroaminoto mencapnya sebagai "het zondig", faham ekonomi murtad!

Husni Thamrin menyebutnya faham penjahat dan perusak penghidupan rakyat.

Husni Thamrin menyebutnya faham penjahat dan perusak penghidupan rakyat.

Bung Hatta pada Februari 1980 dalam pidato terakhirnya sebelum wafat mengatakan praktek liberalisme sangat
menindas.

"Perbuatan faham itu yang terasa ialah pemerasan terhadap kaum buruh, perampasan tanah rakyat, penindasan kemerdekaan, dan perkosaan terhadap dasar-dasar perikemanusiaan".

Sukarno sendiri di dalam Wedjangan Revolusi mengatakan, liberalisme merupakan ibu semua bencana...

"Tak dapat kita mengambil manfaat seratus persen daripada kekayaan bumi dan air kita sendiri kalau imperialisme ekonomi masih bercokol di bumi kita, laksana lintah yang menghisap darah, laksana kemladen yang membinasakan pohon. Liberalisme telah membawa banyak bencana...’’

Hatta mencontohkan, pergerakan Islam dari berbagai aliran rata-rata menentang liberalisme sebagai suatu
sistem ekonomi yang menyalahi kebenaran dan keadilan Ilahi. Demokrasi tidak akan lengkap apabila tidak berlaku kedua-dua seginya, yaitu demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.

Bagaimana kabinet hari ini?

Tri Sakti, Nawa Cita, Revolusi Mental, yang dicita-citakan dan ingin diwujudkan oleh Jokowi sebenarnya sangat ideologis dan sesuai keinginan para pendiri bangsa, tetapi jadi mandeg, lantaran perekonomian nasional saat ini nyatanya dikendalikan oleh orang-orang yang selama ini dikenal sebagai anasir ekonomi beraliran neoliberal yang menghamba kepada IMF & World Bank, yakni Sri Mulyani (Menkeu) dan Darmin (Menko Ekonomi) faham ekonomi liberal/neoliberal merupakan faham yang sangat ditentang dan dilawan oleh para pendiri bangsa karena merupakan pintu masuk bagi kolonialisme & imperialisme.

Sri yang ambisius yang menjelang Pilpres beberapa tahun yang lalu menyiapkan kendaraan politik berupa Partai Sri disebut-sebut punya agenda lain yakni kini sangat ingin jadi wakil presiden. Dengan memanfaatkan isu gender antara lain Sri rajin membangun pencitraan di media massa dalam dan luar negeri. Ditempatkannya Sri di kabinet merupakan campur tangan IMF + World Bank + Amerika yang "menekan" Presiden Jokowi supaya tidak terlalu condong ke China.

Media-media mainstream telah ikut jadi "pemain utama" dalam lapangan politik umumnya tidak menganggap crucial topik atau isu-isu seperti ini, tugas sosial dan misi kebangsaan pers sudah berganti dengan misi dagang semata-mata.

Cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun masyarakat yang berkeadilan di bidang ekonomi, hukum, politik, dan sektor lain dalam kehidupan bernegara masih dapat diwujudkan apabila Presiden Jokowi segera banting stir mengubah paradigma ekonomi neoliberal dengan mencopot menteri-menteri yang selama ini merupakan kaki-tangan neolib, jangan dibiarkan berlarut-larut mereka melakukan penggembosan terhadap presidennya sendiri.[***]

Penulis adalah wartawan senior. Artikel di atas dimuat di rubrik Vox Populi Harian Rakyat Merdeka edisi  Selasa, 6 Maret 2018.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya