Berita

Politik

PKI REALITA ATAU PROPAGANDA

PBNU: Jangan Ada Dendam Diantara Anak Bangsa

SELASA, 06 MARET 2018 | 17:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Isu-isu soal komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap muncul di ruang publik. Bagaimana sikap organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU)?

"Kalau sesuai tema 'realita atau propaganda', kami tidak ingin kedua-duanya," kata Ketua Bidang Media PBNU Mukhlas Syarkun  saat menjadi pembicara diskusi "Isu Kebangkitan PKI: Realita Atau Propaganda?" di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (6/3).

Ia menyebut peristiwa Gerakan 30 September merupakan catatan kelam bangsa Indonesia yang tidak perlu diungkit-ungkit kembali.


"Kita sebagai bangsa pemaaf sudah saling memaafkan satu sama lain, dan jangan ada dendam lagi diantara anak bangsa ini," ujarnya.

PBNU sendiri tidak ingin tercebur semakin jauh kepada isu ini. Muchlas khawatir isu ini akan terus dipolitisasi termasuk keterkaitan NU.

Ditegaskan dia, PBNU selalu menjadi penengah terhadap pihak-pihak yang berseberangan terkait peristiwa 1965. Muchlas menceritakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjabat presiden pernah menggagas rekonsiliasi.

"Gus Dur ingin mengembalikan hak-hak sipil keturunan PKI, ditolong kok tapi malah minta lebih. Jadi permintaan maaf negara ke PKI itu bukan sekarang saja tapi muncul sudah dari masa Gus Dur," ulasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya