Berita

Kivlan Zein (duduk paling kiri) dalam acara diskusi "Isu Kebangkitan PKI: Realita Atau Propaganda?" di Hotel Grand Sahid, Jakarta

Politik

Merujuk Video Ribka, Kivlan Zein Percaya PKI Menyusup Ke Polri

SELASA, 06 MARET 2018 | 15:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bekas petinggi TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, percaya bahwa Partai Komunis Indonesia atau PKI sudah bangkit, bahkan sedang merambah ke institusi Kepolisian RI.  

Kivlan berani mengatakan itu berangkat dari pengakuan politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning.

"Saya sudah baca bukunya Ribka Tjiptaning sampai selesai, dan saya juga sudah lihat videonya, isinya dendam, dendam," kata mantan Kepala Staf Kostrad itu dalam diskusi "Isu Kebangkitan PKI: Realita Atau Propaganda?" di Hotel Grand Sahid, Jakarta (Selasa, 6/3).


Kivlan mengaku sudah menonton video yang berisi pernyataan Ribka. Di situ, terang Kivlan, Ribka yakin kekuatan 15 juta kader PKI siap menuntut balas atas tragedi 1965. Bahkan Ribka juga menyebut PKI telah menguasai Kepolisian RI.

Kivlan memberi contoh kasus-kasus pengibaran bendera palu dan arit di berbagai daerah tidak kunjung ditangani serius oleh kepolisian. Menurutnya, pelakunya sudah diserahkan ke polisi namun tidak diproses sesuai hukum. Sementara yang Kivlan tahu adalah pengibaran bendera palu dan arit bukan delik aduan melainkan delik formil.

"Why kepolisian? Ada apa ini semua? Apakah benar pernyataan Ribka Tjiptaning itu," tudingnya.

Kivlan juga menyinggung kasus-kasus penyerangan terhadap ulama. Walau Mabes Polri menyatakan hanya tiga kasus yang benar terjadi di Jawa Barat dan Jawa Timur, dan tujuh orang korbannya bukan ulama, namun tetap saja ada teror di sana.

"Iya, tujuh orang bukan ulama tapi orang pulang dari masjid. Ini kebiasaan mereka untuk menakut-nakuti. Teori Lenin juga menyebut membunuh itu disahkan kok," lontar Kivlan Zein. [ald]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya