Berita

Cupi Cupita/Net

Blitz

Cupi Cupita, Datangi BNN Demi Sensasi?

SENIN, 05 MARET 2018 | 12:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Cupi Cupita mendadak dibi­carakan lantaran dikabarkan diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena narkoba. Pedangdut sensasional ini pun terlihat datang ke BNN sekitar pukul 14.15 WIB. Dia bersama seorang teman perempuan lang­sung masuk ke dalam lift dengan menggunakan baju berwarna merah muda.

Tak lama berselang, Deputi Pemberantasan, Arman Depari pun terlihat keluar dari gedung BNN dan lagi-lagi bilang tak ada rilis terkait penangkapan Cupi. "Nggak ada," kata Arman.

Sebelumnya beredar kabar Cupi ditangkap dari sebuah pesan pendek. Tapi kontrasnya BNN justru membantah terkait hal tersebut. "Tidak benar," kata Humas BNN Komisaris Besar Sulistiyandriatmoko.


Anehnya, Cupi sendiri seperti mengumbar kabar dirinya me­nyerahkan diri ke BNN via sang manajer. "Ya menyerahkan diri. Iya karena dipanggil oleh BNN ya kita datang ke sana," ungkap Ahmad. Sampai sore berita ini dibuat, belum jelas maksud Cupi datang ke BNN.

Ditelusuri, Cupi diketahui pu­nya single Goyang Anti Narkoba. Warganet lantas menuding di­rinya nekat mencari sensasi. Nama Cupi sendiri cukup tenar di dunia dangdut Tanah Air. Ia memiliki single seperti Goyang Basah, Cinta Malam Ini, dan Janda Tujuh Kali.

Di awal karier, wanita asal Bandung ini mengaku banyak diajak berhubungan intim oleh para pejabat, pengusaha, serta ar­tis senior. "Iya sering pejabat tuh khususnya yang di daerah pasti suka ajak karaoke dan nemenin makan malam. Tapi kalau sampai mengajak tidur, itu langsung Cupi tolak," bilang pesinetron Kecil Kecil Jadi Manten ini.

Cupi juga gerah terhadap para penyanyi dangdut pendatang baru yang yang munafik. "Itu dari mana mobil, apartemen. Pasti minta ke pejabat, pejabat kan baik-baik khususnya yang di daerah," tutur pemilik nama asli Cupi Warsita ini. Untuk menemani sekali makan malam atau karaoke, dirinya dibayar Rp10-20 juta. ***

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya