Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Kasus "Orang Gila" Ganggu Legitimasi Jokowi

MINGGU, 04 MARET 2018 | 18:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Patut diduga ada kekuatan yang ingin mengadu domba antarumat beragama di balik kasus penganiayaan atau pembunahan pemuka agama yang terjadi beberapa waktu ini.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, kasus yang terjadi berulang kali dalam waktu singkat itu tampaknya dimaksudkan untuk menjatuhkan legitimasi Presiden Joko Widodo.

"Kita ini mau diadu, sekaligus mendelegitimasi Pak Jokowi, motifnya kan itu," kata Rizal Ramli di Restoran Riung Sari, Jalan L.L.R.E Martadinata, Bandung, Minggu (4/3).


Seperti dikutip dari RMOL Jabar, RR juga menyebutkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap pemuka agama adalah gerakan yang diorginisir oleh pihak yang punya kemampuan lebih.

"Gak mungkin orang biasa bisa mengorganisir ini. Ini kekuatan terorganisir," tegas mantan Menko Perekonomian era Gusdur itu.

RR juga mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengenai hal ini, dan menyarankan agar pemerintah memeriksa dengan benar orang yang mengorganisir penyerangan terhadap pemuka agama tersebut.

"Saya minta, Pak Mensesneg Pratikno agar diperiksa nih yang bener. Ditangkap kalau udah ketauan siapa pemainnya, karena ini berbahaya sekali," pungkas RR.

Beberapa kasus kekerasan dan penyerangan terhadap pemuka agama antara lain adalah penganiayaan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka KH Umar Basri. Juga pembunuhan Komanan Brigade Persatuan Islam (Persis) Ustadz R Prawoto dan penyerangan terhadap Romo Karl Edmund Prier S.J yang sedang memimpin misa di Gereja Santa Lidwina Sleman. [dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya