Berita

Foto/Net

Dunia

Wisman Norwegia Diprediksi Sumbang Devisa 800 Ribu Dolar AS

MINGGU, 04 MARET 2018 | 01:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Suhu minus 13 derajat celcius tidak menyurutkan semangat KBRI Oslo dan Direktorat Eropa II Kemlu RI dan ANTOR (The Association of the National Tourist Offices Representatives in Norway) dalam mempromosikan Indonesia dalam kegiatan bertajuk 'Indonesia Tourism Gathering 2018', Kamis (1/3) lalu.

Kegiatan menghadirkan Suarti Ubud Resort dan 3 Tour Operator dari Indonesia, yakni Caraka Travelindo Tour & Travel, Indonesia Travel Connection dan Lotus Asia Tours.

Sebanyak 75 peserta turut hadir meramaikan. Mereka di antaranya, pejabat pemerintah, Tour Operator/Travel Agent (TO/TA), media massa dan jurnalis/travel writer/blogger/cullinary traveller, serta pebisnis dan pegiat pariwisata di Norwegia.


Pada kegiatan tersebut, para Tour Operator/Resort Indonesia telah berhasil melakukan pertemuan one-on-one (table-top) dengan mitra kerjanya di Norwegia.

"Sesuai informasi ANTOR Norway (pasca kegiatan), melalui ajang promosi kali ini, termasuk perkiraan efek berantainya (asumsi pemasaran paket-paket wisata Indonesia oleh Tour Operator Norwegia), kita berhasil menjaring sekitar 300-an wisman potensial Norwegia yang akan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2018," ujar Nilton Amaral, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (3/3).

Sementara itu, Pelaksana Fungsi Ekonomi I KBRI Oslo Raden Wisnu Lombardwinanto memprediksi hasil dari kegiatan ini bisa memberi masukan devisa negara hingga 800 ribu dolar AS.

Dia menjelaskan, sesuai data Virke (Federasi Bisnis Norwegia), total spending per visit turis Norwegia di luar negeri rata-rata mencapai Norwegian Kroner 41,850, atau sekita 5.318 dolar AS per orang, selama sekitar 10 hari di Indonesia.

"Jika separuh dari jumlah tersebut digunakan untuk pembelian tiket pesawat, diperkirakan kunjungan calon wisman Norwegia ke Indonesia sebagai hasil ajang promosi tersebut diharapkan dapat menyumbang hampir sekitar USD 800 ribu bagi devisa negara,” urainya.

Promosi dilakukan secara komprehensif, menampilkan ragam kuliner dan budaya, sekaligus menyajikan produk Indonesia. Sampel berbagai produk RI yang banyak beredar di Norwegia juga disajikan kepada para peserta, seperti mie instan ABC, Indomie, permen, kecap dan bumbu-bumbu masak, serta memperkenalkan produk-produk RI yang akan penetrasi pasar Norwegia, seperti Kopi asal Papua dan Green Coffee. [ian]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya