Cuaca dingin di bandara Dublin/BBC
Cuaca dingin ekstrim yang terjadi di Eropa baru-baru ini menelan setidaknya 60 korban jiwa.
Seperti dilansir BBC, di negara Polandia saja tercatat ada 23 kasus kematian karena suhu dingin ekstrim. Negara tersebut, serta negara-negara lain di benua Eropa, mengalami badai salju serta suhu di bawah nol derajat celcius.
Banyak kasus di mana korban tewas karena kedinginan atau konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama oleh gelandangan yang berharap bisa menghangatkan tubuh.
Kasus kematian lainnya juga terjadi di pegunungan Alpen Perancis ketika longsor salju terjadi di resor ski.
Pemerintah masing-masing negara banyak membuka tempat penampungan dan menyediakan tempat tidur serta makanan yang layak terutama bagi tunawisma.
Cuaca ekstrim juga mengganggu sebagian besar transportasi dan penerbangan. Salah satunya yang paling buruk terjadi di Irlandia.
Penerbangan masuk dan keluar dari bandara Dublin dan Cork di Irlandia ditangguhkan sampai akhir pekan ini. Selain itu semua sekolah di negara itu ditutup dan orang-orang didesak untuk tidak menyetir.
Stasiun kereta api juga ditutup sampai setidaknya akhir pekan ini dan semua operasi yang tidak mendesak dibatalkan oleh otoritas kesehatan negara tersebut.
Bukan hanya itu, pasukan Angkatan Darat dipanggil untuk membantu angkatan kerja sipil di Inggris dan Irlandia.
Beberapa layanan kereta api yang dioperasikan oleh Eurostar antara London, Paris dan Brussels juga terpaksa dihentikan sementara.
Penutupan bandara sementara juga sempat terjadi di Jenewa akibat cuaca ekstrim.
Cuaca ekstrim juga memaksa sejumlah penutupan jalan dan jalur kereta api di Iralia bagian tengah ditutup hingga akhir pekan ini.
Cuaca ekstrim di Eropa itu dibawa oleh sistem cuaca Siberia yang diberi julukan "the Beast from the East" di Inggris. Sementara orang Belanda menyebutnya "Siberia bear" dan Swedia menyebutnya"meriam salju".
Siklus ini bertemu dengan Badai Emma pada hari Kamis (1/3) kemarin sehingga menyebabkan badai salju dan angin kencang di beberapa wilayah di Inggris, Wales dan Irlandia.
[mel]