Berita

Marianus Sae/Net

Nusantara

NTT Butuh Pemimpin Bersih

JUMAT, 02 MARET 2018 | 23:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur diwarnai peristiwa operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cagub Marianus Sae ditangkap karena menerima suap dari pihak swasta penggarap proyek di Kabupaten Ngada.

Menanggapi hal itu, rohianawan muda NTT Pater Christo OFM menegaskan seorang pemimpin adalah contoh dan teladan bagi masyarakat.

"Jadi, bagaimana mungkin NTT bisa terbebas dari jerat kemiskinan jika pemimpinnya tidak bersih dan tidak bermoral. Masyarakat NTT harus berani memilih pemimpin yang syarat moralitasnya cukup tinggi, bersih dari catatan negatif dan tidak main bagi-bagi uang," ujar Christo di Jakarta, Jumat (2/3).


Christo yang dekat dengan aktivis di NTT menegaskan, calon pemimpin yang bagi-bagi uang di awal dengan tujuan masyarakat mau memilihnya dengan imbalan uang tersebut, akan menjadi pintu masuk, kelak yang bersangkutan dengan mudah melakukan tindak korupsi atau penyuapan.

"Tentunya, ini juga bertentangan dengan nilai-nilai moralitas. Masyarakat harus berani melawan dengan menolak praktek-praktek demikian. Karena untuk masyarakat NTT, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bersih, bermoral dan berintegritas sehingga bisa membangun NTT keluar dari cap wilayah miskin di Indonesia," papar Christo.

Pater Christo mengungkapkan, kasus yang terjadi di NTT merupakan bukti nyata bagaimana moralitas yang seharusnya menjadi pegangan bagi masyarakat setempat. Karena jika tidak, cap sebagai wilayah miskin bagi NTT akan terus melekat.

Pater Christo menegaskan, saatnya masyarakat NTT mengatakan tidak pada koruptor dan menyatakan perang melawan korupsi.

"Penegasan ini perlu dilakukan oleh masyarakat NTT karena akibat korupsi NTT menjadi daerah miskin," tegasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya