Berita

Ilustrasi/Net

Global

Pentagon Sebarkan Ratusan Tentara AS Di Tenggara Suriah?

JUMAT, 02 MARET 2018 | 12:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pentagon dilaporkan telah mengerahkan ratusan tentara Amerika di Suriah bagian tenggara di perbatasan dengan Irak.

Amerika Serikat disebut-sebut hampir mencapai puluhan kilometer di sana tanpa persetujuan pemerintah Suriah.

Harian berbahasa Turki Yeni Akit melaporkan bahwa 600 tentara, termasuk tentara pasukan khusus, telah tiba di garnisun al-Tanf, yang didirikan dua tahun lalu.


Situs berita Palmyra Monitor berbahasa Arab, yang bersimpati kepada kelompok militan Takfiri yang disponsori asing, juga menulis bahwa unit tentara Amerika Serikat telah mencapai pangkalan dengan kendaraan lapis baja selama beberapa hari terakhir.

Laporan tersebut muncul saat seorang pejabat Dewan Keamanan Rusia mengatakan kepada kantor berita Ria Novosti bahwa Amerika Serikat telah membentuk sekitar 20 pangkalan militer di wilayah-wilayah yang dikendalikan oleh militan Kurdi yang didukung di Suriah utara.

"Kembalinya perdamaian dan stabilitas ke Suriah terhambat oleh gangguan eksternal yang terus berlanjut dalam krisis Suriah. Misalnya, di wilayah yang dikuasai oleh unit pertahanan diri Kurdistan, sekitar 20 basis militer AS telah dibuat," kata pejabat Dewan Keamanan Rusia Alexander Venediktov seperti dimuat Press TV.

Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa Washington memasok senjata Kurdi dengan senjata paling canggih.

Venediktov lebih jauh mencatat bahwa Amerika Serikat menempati zona sepanjang 55 kilometer yang mengelilingi garnisun al-Tanf tanpa persetujuan pemerintah Damaskus. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya