Berita

Abu Bakar Ba'asyir/Net

Pertahanan

Presiden Jokowi Setuju Ba'asyir Dipindah Ke Rumah Tahanan Solo

JUMAT, 02 MARET 2018 | 06:12 WIB | LAPORAN:

RMOL. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menemui presiden Joko Widodo guna membahas kesehatan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Istana Negara, Kamis (1/3).

Dalam pertemuan itu, Ryamizard memberikan masukan agar Ba'asyir dipindahkan ke rumah tahanan di Solo, Surakarta.

Menurut Ryamizard langkah tersebut penting dilakukan mengingat kondisi kesehatan Abu Bakar sudah mulai menurun.


"Kami prihatin karena dia (Ba'asyir) sudah tua, sakit-sakitan, kakinya bengkak-bengkak, makanya dengan alasan kemanusiaan, apa kata dunia kalau ditahan di Lapas," ujar Ryamizard kepada wartawan di Istana Negara.

Ryamizard menambahkan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut Ryamizard, rencana pemindahan kembali Ba'asyir ini sudah lama menjadi perhatian Jokowi. Terlebih kondisi kesehatan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Surakarta itu sudah mulai menurun.

Pada Agustus 2017 Ba'asyir mendapat perawatan di sebuah rumah sakit lantaran pembengkakan di kaki. Tim kesehatan melakukan observasi untuk mengetahui gangguan penyakit yang mengakibatkan kaki menjadi bengkak dan tubuh lemas.

Ryamizard mengakui bahwa pihak keluarga sudah meminta pengampunan dari pemerintah. Namun permintaan itu belum dibahas lebih lanjut dengan presiden.

Menurutnya saat ini yang paling utama adalah memulihkan kondisi Ba'asyir dan penanganan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Meski menjadi tahanan rumah, Ba'asyir bisa berkumpul dengan keluarga dan bertemu anak cucu.

"Mungkin tahanan rumah dulu, kalau bebas risikonya nanti kalau ada apa-apa pemerintah yang disalahkan," ujar Ryamizard.

Abu Bakar Ba'asyir, merupakan terpidana kasus terorisme yang divonis 15 tahun sejak tahun 2012. Sebelumnya ia menjalani penahanan di LP Nusakambangan Jawa Tengah.

Namun karena kondisi kesehatannya menurun, ia pun dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Bogor. Ba'asyir dikenal sebagai pendiri kelompok Majelis Mujahidin Indonesia.

Kelompok itulah yang dituding menjadi ihwal kemunculan aksi terorisme di Indonesia. Tak cuma itu, Ba'asyir disebut juga menjadi pemberi dana untuk pelatihan militer dan senjata di Aceh. [nes]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya