Berita

Foto/Kemnaker

Menaker: Investasi SDM Dibutuhkan Untuk Hasilkan Pekerja Kompeten

KAMIS, 01 MARET 2018 | 23:16 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Investasi untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, sudah menjadi keharusan.

Ketersediaan SDM andal harus diprioritaskan secara bersama untuk memenuhi permintaan kebutuhan tenaga kerja yang mempunyai skill sesuai dengan dunia industri.
 
Hal tersebut diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri  saat menjadi keynote speaker pada seminar Human Capital Investment as a New Driving Force of Economy bertema "Human Capital and Future of Work" di, Badung, Bali, Kamis (1/3).
 

 
Menurut, Menteri Hanif untuk mempersiapkan SDM yang handal perlu dilakukan reformasi dibidang SDM sendiri, yang melibatkan perubahan dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja.
 
"Ke depan jika ingin dikaitkan dengan sistem pendidikan, investasi SDM harus benar-benar berbasis atau berorientasi demand driven, fokus, massif dan merata. Kalau tidak memenuhi empat hal itu, akhirnya akan terjadi kesenjangan antar daerah " katanya.
 
Untuk itu, Hanif menitikberatkan tiga hal dalam penyusunan road map SDM sebagai rencana kerja pemerintah di 2019.

Ketiganya yaitu kualitas, kuantitas, dan persebaran yang dianggap memiliki peran penting sumber SDM untuk mendukung percepatan investasi di Indonesia.

Terkait persebaran SDM, harus mendapatkan perhatian karena ketersediaannya bergantung pada wilayahnya.

"Tingkat ketersediaan SDM yang berkualitas cukup banyak di Jakarta, sementara di daerah lainnya bisa menunjukkan keadaan yang berbeda," katanya.
 
Hanif mengungkapkan Kemnaker menargetkan mampu menggelar program pemagangan untuk 400 ribu orang. Dengan didukung Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) serta industri terkait.

"Untuk mencapai target ini, Kemenaker harus menyiapkan setidaknya 8.000 mentor dari berasal dari kalangan industri, " katanya. [dzk]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya