Berita

Foto: Repro

Politik

Cara Jokowi Jelaskan Film Dilan Jadi Bahan Omongan

KAMIS, 01 MARET 2018 | 01:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Film Dilan yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq seperti menghipnotis banyak orang di Indonesia. Dalam waktu singkat, film yang bercerita tentang kisah kasih di SMA itu telah ditonton lebih dari tujuh juta orang.

Tak sedikit tokoh nasional yang meluangkan waktu menonton film itu. Presiden Joko Widodo, misalnya, menonton film itu pada hari Minggu lalu (25/2) di Plaza Senayan Jakarta.

Ketika menonton film Dilan, Jokowi ditemani putri dan menantunya, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.


Usai menonton film itu, Jokowi memberikan penilaian di depan wartawan. Belakangan, cara Jokowi menjelaskan film Dilan menjadi bahan pembicaraan di dunia maya.

Potongan video penjelasan Jokowi selama 28 detik juga disebarkan di jejaring media sosial.

"Tadi saya melihat film ini, Dilan itu, sebuah kesederhanaan yang diambil sudutnya, dengan sudut pandang, dengan kamera yang pas gitu," ujar Jokowi yang didampingi anak dan menantunya.

"Jadinya, semuanya apa, e, kaget dan menjadi sebuah booming. Ini sudah lebih dari berapa? Tujuh juta kan?" kata Jokowi lagi.

Anggota DPR RI Fahri Hamzah juga ikut latah mengomentari pernyataan Jokowi itu.

"Dia nampak sungguh2 dalam bicara pun dia bekerja keras...nampak sekali... sukses selalu pak...(ampun)," tulis Fahri lewat akun Twitter miliknya, @Fahrihamzah.

Fahri meretwit pesan dari pemilik akun @Enggalpm yang mengatakan: "Simak penjelasan kritikus film di bawah ini." [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya