Berita

Jaya Suprana/RMOL

Politik

Jaya Suprana: Mau Ekonomi Tumbuh 10 Persen, Pilih Rizal Ramli Jadi Presiden

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 22:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tantangan yang dihadapi Indonesia terletak pada persoalan mengatasi kesulitan ekonomi. Sosok presiden yang dibutuhan adalah yang memahami ekonomi dan di saat bersamaan memiliki keberpihakan pada kepentingan rakyat.

"Kalau mau pertumbuhan ekonomi 10 persen, pilih Rizal Ramli jadi presiden," kata budayawan Jaya Suprana saat menyampaikan orasi di acara peluncuran buku "Nalar Politik Rente" karya Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (28/2).

Acara peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh antara lain Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, politisi Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto, Aryo Djojohadikusomo dan Rizal Ramli.


Jaya Suprana mengatakan dirinya pernah mewawancarai Rizal yang dikenal sebagai ekonom senior di Jaya Suprana Show awal Januari lalu. Dalam wawancara itu Rizal  membicarakan kondisi perekonomian saat ini, berbagai tantangan yang dihadapi dan cara mengatasi.

"Kalau jadi presiden Pak Rizal mengatakan bisa memompa pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen dalam lima tahun berturut-turut," kata pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Museum Rekor Indonesia (MURI) itu.

Mendengar pernyataan Jaya Suprana, Rizal Ramli yang duduk di barisan depan mengacungkan jempol, tanda membenarkan. Sementara pengunjung yang memadati Aula KH Ahmad Dahlan di Gedung PP Muhammadiyah itu menyambut dengan tepuk tangan meriah.

Banyak kalangan, termasuk lembaga survei, yang mendorong agar kontetasi politik di tahun 2019 diikuti oleh figur yang memiliki pemahaman mumpuni di bidang ekonomi.

Sejauh ini, tim ekonomi pemerintahan Jokowi gagalmemenuhi target pertumbuhan yang dicanangkan sebesar 7 persen. Pada kenyataannya, pertumbuhan ekonomi mentok di kisaran 5 persen.

Soal kemampuan Rizal Ramli tak perlu diragukan. Dalam pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal dipercaya menduduki kursi Menko Ekuin. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dari minus 3 persen tumbuh menjadi hampir 6,5 persen.

Utang negara dan indeks kesenjangan ekonomi pun berkurang. Pemerintah juga mampu tidak melakukan impor beras dengan tetap menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Prestasi lain Rizal yang pernah menjadi penasihat ekonomi PBB adalah bisa menaikkan gaji PNS dua kali lipat.

"Negara yang mandiri dalam kebijakan ekonomi punya kesempatan untuk maju lebih hebat. Jepang dan China ekonominya dapat tumbuh di atas 10 hingga 12 persen. Kita bisa juga, kok," kata Rizal dalam satu kesempatan. [dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya