Berita

Politik

PSI Manfaatkan Jaringan Sunny Untuk Cari Modal

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 15:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar memprediksi keberadaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak akan bertahan lama dalam pentas perpolitikan Tanah Air.

Musni menilai, kepengurusan PSI yang mayoritas diisi kaum muda tidak akan mampu bersaing dengan belasan partai politik (parpol) lain yang umumnya disokong dana berlimpah.

"PSI sebagai parpol anak muda sulit bertahan. Seperti kita tahu rata-rata anak muda itu nggak Berduit.  Bagaimana mereka mau membuat kantor sekretariat hingga pelosok negeri atau membiayai kampanye Pileg," kata Musni saat dihubungi, Rabu (28/2).


Dengan keterbatasan modal yang dimiliki, Musni menduga, PSI menggandeng orang dekat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Kuat dugaan, PSI akan memanfaatkan jaringan yang dipunyai Sunny untuk mencari modal," ujar Musni.

Diketahui, Staf Gubernur era Ahok itu menjadi sekretaris mendampingi Ketua Dewan Pembina PSI Jeffrie Geovanie. Sunny menjabat di PSI seperti tercantum dalam Surat Keputusan yang ditandatangani Menteri Hukum dan Ham Yasonna H. Laoly mengenai struktur kepengurusan PSI.

SK Perubahan Susunan Kepengurusan DPP PSI dan bernomor M.HH-19AH.11.01 tahun 2017 tertanggal 26 September 2017 itu tersebar di kalangan wartawan.

SK tersebut juga sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sudah ditayangkan di laman kpu.go.id.

Sementara, nama Sunny termasuk Jeffrie tidak tertera di situs resmi PSI psi.id. PSI hanya menampilkan pengurus DPP yang menjabat sebagai ketum, sekjen, bendum, ketua DPP, wasekjen, dan lainnya.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya