Berita

Kicauan @DaulatDalimunte/Net

Politik

@DaulatDalimunte: Keluarga Besar Djojohadikusumo Sepakat Minta Prabowo Tidak Nyapres

SELASA, 27 FEBRUARI 2018 | 21:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Keluarga besar Djojohadikusmo sepakat tidak ingin Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Informasi mengenai kesepakatan keluarga besar Djojohadikusumo tersebut muncul di dunia maya. Adalah akun Twitter @DaulatDalimunte yang memunculkanya.

Dalam kultwittnya dia menyebut ada pertimbangan besar yang membuat keluarga besar sepakat minta Prabowo tidak maju capres 2019. Keluarga tidak ingin kehilangan Prabowo.


Pengalaman saat pilpres lalu jadi pelajaran berharga buat keluarga. Kondisi kesehatan Prabowo menurun drastis usai pilpres.

"Keluarga besar tidak ingin kehilangan Prabowo. Keluarga besar Djojohadikusumo sudah sangat bersyukur dengan anugerah Tuhan kepada Prabowo. Sudah berlebih. Kufur nikmat dengan memaksa Prabowo maju capres dikhawatirkan menimbulkan bencana," kicau dia, Senin (26/2).

Di luar pertimbangan kesehatan Prabowo, @DaulatDalimunte menyebut peluang Prabowo menang pilpres tipis. Keluarga mengaitkan posisi Prabowo yang tidak disukai mayoritas etnis tertentu.

Ketidaksukaan tersebut merujuk ucapan Prabowo yang diplintir beberapa tahun lalu. Ucapan Prabowo dipersepsikan etnis tersebut telah "mengkhianati" Soeharto dan bangsa Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan Prabowo terkait sikap konglomerat etnis tersebut menolak permohonan Soeharto agar menyisihkan 1-2.5% laba bersih konglomerasi untuk membantu pribumi.

"Kalau ada kader Gerindra ngotot dorong Prabowo maju capres 2019, sebaiknya berpikir ulang. Kasihan Prabowo, keluarga sepakat lebih baik Prabowo tidak jadi presiden daripada kehilangan Prabowo," kicau @DaulatDalimunte.

Redaksi sudah meminta tanggapan dari Aryo Hadikusumo terkait isi kultwitt @DaulatDalimunte di atas. Tanggapan politisi Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto itu akan ditampilkan dalam berita terpisah.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya