Berita

Net

Politik

Tiga Agenda Bos IMF Kunjungi Indonesia

SELASA, 27 FEBRUARI 2018 | 15:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kedatangan Managing Director IMF Christine Lagarde diduga kuat membawa agenda pengawalan liberalisasi di Indonesia. Indikasinya, tiba-tiba harga BBM naik hampir bersamaan dengan kedatangan Lagarde.

"Maka tidak heran jika dari raut muka Lagarde terpancar mimik kepuasan dan kemudian memuji pemerintahan Jokowi setinggi langit. Karena pemerintah Indonesia dianggap masih setia pada jalur liberalisme," kata Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada redaksi, Selasa (27/2).

Dikatakan dia, kenaikan BBM merupakan penyambutan terindah buat Lagarde tetapi kebijakan yang menyesakkan buat rakyat.


Kedua, Sya'roni menengarai, kedatangan Lagarde juga untuk memastikan bahwa Pemerintah Indonesia masih sanggup mengeluarkan uang hampir 1 triliun untuk menjamu "londo-londo milenial" dalam jamuan acara pertemuan World Bank dan IMF di Bali pada akhir tahun ini. Menurut dia, kedatangan Lagarde bisa dianggap simbol kedatangan VOC gaya baru yang siap mencaplok Indonesia.

"Apalagi saat ini Indonesia sedang kekeringam likuiditas dan sekaligus sudah terjerat utang yang menumpuk sehingga akan mudah disetir," kata Sya'roni.

Ketiga, yang paling dikhawatirkan Sya'roni, Lagarde ingin memaksakan kehendak agar Sri Mulyani yang dikenal sebagai antek neolib, menjadi cawapresnya Jokowi.

"Jika itu yang terjadi maka tuntas sudah liberalisasi di Indonesia dan selamat tinggal Tri Sakti dan Nawacita," demikian Sya'roni.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya