Berita

Foto/Kemnaker

Pengaruh Indonesia Di OKI Semakin Diperhitungkan

SENIN, 26 FEBRUARI 2018 | 23:32 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Sejumlah negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC) atau Organisasi Konferensi Islam (OKI) meminta  Indonesia meningkatkan peranan dan pengaruhnya khususnya di bidang ketenagakerjaan.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, situasi nasional yang kondusif, serta dengan penduduk Islam terbesar, Indonesia dianggap memiliki posisi strategis memainkan pengaruhnya.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menceritakan oleh-olehnya dari  pertemuan OKI bidang ketenagakerjaan yang dihadiri para pejabat senior dan menteri Kementerian Ketenagakerjaan anggota OKI di Jeddah, Arab Saudi, (22/2) lalu.


Sejumlah menteri Ketenagakerjaan mengajukan pertemuan bilateral dengan Indonesia, antara lain negara Libya  dan Azerbaijan.

"Menguatnya peran dan pengaruh Indonesia  dapat dilihat dari permintaan beberkapa negara OKI bekerjasama dengan pemerintah Indonesia bidang ketenagakerjaan," kata Menaker Hanif..

Dalam pertemuan bilateral itu, delegasi Libya yang dipimpin Menteri Tenaga Kerja Mahdi Warathmi meminta Indonesia memberikan bantuan pelatihan vokasi.

“Kami membutuhkan kerjasama, terutama pelatihan untuk perawat, kedokteran umum, konstruksi, serta pelatihan keterampilan untuk anak muda,” kata Mahdi.

Menurut Mahdi, Libya meyakini kerjasama tersebut akan efektif mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar serta sukses memimpin forum Menteri Ketenagakerjaan tingkat OKI selama 2015-2017.

"Kamijuga memastikan situasi keamanan dalam negerinya sudah aman," ungkap Mahdi.

Di tempat terpisah, pada pertemuan bilateral lainnya dengan Azerbaijan, Menteri Tenagakerja, Perlindungan Sosial dan Kependudukan Azerbaijan Salim  Muslumov mengajak kerja sama di bidang ketenagakerjaan, khususnya terkait pelatihan vokasi.  

“Kami mengundang Menaker RI berbicara pada konferensi internasional terkait SDG tentang isi ketenagakerjaan,” kata Salim.

Azerbeijan juga meminta dukungan Indonesia atas berdirinya Baku Islamic Labour Market Centre. Sebuah pusat pengembangan pasar kerja dibawah OKI yang akan dibangun di Baku, Azerbaijan.

Mereka juga minta dukungan Indonesia  untuk pencalonan Azarbeijan menjadi Sekjen ISSA (Intl Social Security Association).

Usai pertemuan, Menteri Ketemagakerjaan Indonesia M Hanif Dhakiri menyambut baik rencana kerjasama tersebut.

Kata Hanif, sudah saatnya Indonesia meningkatkan peran global, kerjasama, termasuk memberi bantuan kepada beberapa negara yang membutuhkan.

Bantuan yang dimaksud kata Hanif, sepeti mengirim instruktur beberapa keterampilan kerja ke beberapa negara yang membutuhkan.

Atau juga  memberikan kesempatan tenaga kerja atau instruktur dari negara lain mengikuti pelatihan di Indonesia.

“Termasuk kepada Libya dan Azerbajan,” pungkasnya. [dzk]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya