Berita

Politik

Hanura Tak Terima Caleg Kutu Loncat

SENIN, 26 FEBRUARI 2018 | 17:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Hanura DKI Jakarta selektif dalam merekrut figur-figur yang akan diusung sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.

Ketua DPD Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji menegaskan, pihaknya tidak menerima calon kader dari partai lain atau sering disebut dengan istilah kutu loncat.

Ongen tidak ingin kader dari partai lain yang ingin mendaftar sebagai caleg hanya menikmati keuntungan saja, tanpa ingin bersatu padu ketika partai mengalami persoalan.


"Jangan kita berteman kalau ada maunya saja. Itu penting. Jadi susah harus bersama-sama," kata Ongen di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/2).

Ongen mengungkapkan, kader partai politik yang pindah dari satu partai ke partai lain adalah bentuk politisi yang haus kekuasaan.

Selain itu, kader parpol kutu loncat tidak mendidik masyarakat karena tidak memiliki nilai penting seorang contoh masyarakat, yaitu amanah dan motivasi.

Kendati demikian, Ongen mengatakan, bukan berarti tidak diperbolehkan kader dari partai lain ingin bergabung dengan Hanura. Syarat yang harus diikuti kepindahannya dari partai lain memiliki alasan yang kuat.

"Kepindahannya harus ada alasan kuat, kalau tidak ya no way," ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta ini.[dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya