Berita

RMOL

Politik

Bamsoet Bangga Berbatik Muhammadiyah

MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 16:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo diangkat menjadi warga Muhammadiyah. Visi dan pemikiran  politikus yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu dinilai sejalan dengan Muhammadiyah.

Status warga Muhammadiyah untuk Bamsoet disematkan secara spontan pada acara peresmian Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, Minggu (25/2).

"Saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Walaupun hari ini saya baru disematkan baju batik resmi Muhammadiyah." ujar Bamsoet saat menyampaikan kata sambutan.


Hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Buya Ahmad Syafii Maarif, Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhadjir Effendy, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakhun, anggota Fraksi Nasdem  DPR RI Ahmad Syahroni, Ketua Umum PP Aisyah Nurjanah, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta  Brigjen Pol Ahmad Dofiri, serta mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Bamsoet dalam kesempatan itu juga menyampaikan kegalauannya melihat perkembangan praktik demokrasi yang belakangan ini makin tidak menggembirakan dan berpotensi mengancam eksistensi dan independensi Indonesia sebagai bangsa. Hal yang jadi sorotan Bamsoet adalah pilkada yang transaksional.

"Saya meminta secara khusus agar Muhammadiyah mengkaji kembali sistem pemilihan langsung dalam demokrasi kita, terutama dalam pemilihan langsung bupati, wali kota dan gubernur. Lebih banyak mudaratnya atau manfaatnya bagi rakyat kita,” Kata Bamsoet.

Dia menambahkan, jika demokrasi transaksional yang brutal terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai para pemodal baik langsung maupun tidak langsung.

"Bisa jadi,  10-20 tahun ke depan, kita tidak mungkin lagi punya presiden yang dibelakang namanya berakhiran ‘O’. Seperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Karena peran para pemodal semakin mendominasi,” ujar mantan Presidium Kahmi 2012-2017 itu.

Sedangkan terkait peresmian gedung Grha Suara Muhammadiyah, Bamsoet mengharapkan sarana itu makin memajukan Suara Muhammadiyah sebagai media kebanggaan seluruh organisasi kemasyarakatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu. Mantan wartawan itu menambahkan, tantangan bagi bisnis media di era digital makin berat.

"Bahkan tidak sedikit media konvensional yang gulung tikar akibat tidak bisa menyesuaikan perubahan zaman. Saya angkat topi karena Suara Muhammadiyah yang sudah berusia 103 tahun bisa tetap survive dan menjadi media terlama yang masih terbit serta eksis," ujar Bamsoet.

Politisi Partai Golkar itu juga berpesan agar Suara Muhammadiyah tidak  berhenti berikhtiar dan melakukan terobosan. Terlebih, Suara Muhammadiyah pada Hari Pers Nasional 2018 menerima penghargaan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia.

"Saya yakin Suara Muhammadiyah tetap akan menjadi media dakwah dan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan ummat dan bangsa. Media perjuangan yang kokoh menyuarakan modernisasi pemikiran Islam serta membela kebenaran dan keadilan," jelas Bamsoet.

Menurut dia, kekuatan Suara Muhammadiyah terletak pada kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang menggawanginya.  "Karena itu, saya juga berharap Suara Muhammadiyah bisa menjadi benteng anak-anak muda dari pengaruh paham radikalisme serta aliran pemikiran ekstrim lainnya," kata Bamsoet.

Mantan ketua Komisi III itu secara khusus juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya hoaks yang menyesatkan masyarakat. Bamsoet mengajak Suara Muhammadiyah bisa membawa masyarakat memerangi berita hoaks.

"Saya harap Suara Muhammadiyah bisa menjadi media yang membawa pencerahan ditengah berseliwerannya berita hoaks di berbagai media sosial. Berita hoaks ini sangat menyesatkan dan cenderung mengadu domba masyarakat. Ini tugas sekaligus tantangan besar bagi kita semua agar membawa masyarakat terbebas dari hoaks. Insyaallah kelak akan menjadi tambahan ladang amal ibadah bagi kita," pungkas Bamsoet. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya