Berita

Foto/Net

Bisnis

Usaha Kecil Butuh Pendamping & Modal

Produk Sulit Menembus E-Commerce
MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 10:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengaku sulit menembus pasar perdagangan online (e-commerce). Mereka menilai, pendampingan yang berkelanjutan dan permodalan untuk produksi masih sangat minim.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan, pembinaan pemerintah secara kesinambungan sangat penting. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang gaptek, alias gagap teknologi.

"Sangat sulit menembus pasar e-commerce gara-gara kurang pendampingan. Misalnya, dilatih atau diberikan modal seperti kamera, hand­phone untuk pelatihan kemasan maupun produksi yang sifatnya stabil dan memproduksi da­lam jumlah banyak,"  ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, pendampingan yang dimaksud adalah pelatihan kepada pelaku UMKM supaya menguasai teknologi. Begitu pula akses kemudahan menda­pat modal untuk memproduksi barang berkualitas.

Dia meminta pemerintah konkret mendukung UMKM. Salah satu cara menggenjot produksi dengan memudahkan perizinan lembaga keuangan mikro sya­riah di setiap kabupaten kota. Sebab, pelaku UMKM bukan hanya di kota besar, melainkan tersebar di 77.707 desa.

Ia meminta pemerintah bisa menunjuk pendamping yang mampu dan memiliki kapasitas untuk UMKM. "Lewat pembinaan, pelatihan, dan pembukaan akses pasar seluas-luasnya," cetus dia.

Guna membantu UMKM memasarkan produknya, Men­teri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan membuat platform khusus e-commerce. Produk yang sesuai kriteria akan ditampung di platform tersebut dan bisa menjadi rujukan pelaku marketplace dalam menjual produk Uaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Me­nengah (IKM).

"Kami akan buat platform sendiri di kementerian ini supaya netral. Salah satu usulan peserta, bagaimana kalau dibuat seperti itu. Tiap marketplace bisa menda­pat akses atas produk IKM yang sudah terakreditasi," ujarnya.

Enggar mengatakan, seiring waktu berjalan, produk-produk UKM dan IKM yang memenuhi persyaratan bakal menghiasi platform tersebut. Di sisi lain, pelaku marketplace juga mem­bantu memasarkan produk terse­but di platform toko online mereka.

Politisi Nasdem itu berjanji, Kementerian Perdagangan segera menggodok kriteria produk UKM dan IKM yang me­menuhi standar. Pebisnis UKM seharusnya bisa menerima masu­kan dari pelaku e-commerce dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Enggar mengaku bakal terus memperjuangkan produk UMKM bisa masuk e-commerce. Sebab jika dibiarkan seperti sekarang, produk-produk lokal akan semakin tertinggal. Apalagi saat ini semakin banyak orang belanja lewat toko online.

"Kami akan susun beberapa orang di Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Ada staf khusus tangani persoalan ini. Dengan berbagai catatan yang kami per­lukan ini sebagai masukan bagi pemerintah di dalam menyusun roadmap-nya,"  tuturnya.

Kepala Divisi Edukasi Ri­tel Indonesia e- Commerce Association (idEA) Mohamad Rosihan mengatakan, platform khusus ini bisa memudahkan marketplace menjaring produk UKM dan IKM. "Ke depan, kami harap ada database plat­form. Kalau Kementerian Per­dagangan bisa inisiasi itu bagus. Di situ kita bisa monitor UKM yang tidak tahu internet sampai yang paling advance,"  pungkas­nya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya