Berita

Net

Nusantara

Gerindra Minta Anies Buka-Bukaan Soal Proyek Rusun DP O Rupiah Pondok Kelapa

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 21:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Tender pembangunan rusun DP 0 rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena diduga melanggar Undang-Undang Persaingan Usaha.

Menanggapi itu Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menjelaskan duduk masalahnya ke publik.

"Proyek rusun DP 0 persen harus clear, jangan sampai ada masalah. Karena itu Gubernur DKI harus bisa menjelaskan secara gamblang proses-proses pembangunannya," kata dia melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Jumat (23/2).


Arief mengatakan laporan dugaan tidak adanya tender dalam pembangunan rusun Pondok Kelapa DP 0 persen oleh LSM Komite Anti Korupsi Indonesia ke KPPU menunjukan ada indikasi ketidakberesan. Dia juga meminta PT Sarana Jaya BUMD DKI Jakarta menjelaskan proses awal hingga keluarnya keputusan mengandeng PT Totalindo Eka Persada sebagai kontraktor pembangunan rusun tersebut.

"Masyarakat Jakarta tentu saja perlu kejelasan mengenai proses penunjukan Totalindo," imbuh dia.

Terkait langkah Totalindo yang melaporkan Komisioner KPPU Syarkawi Rauf atas tuduhan melakukan pemerasan melalui Sekretaris Dirut Totalindo, Arief berharap KPPU juga tidak tinggal diam. KPPU menurutnya harus melakukan pemeriksaan.

"Jika ternyata Syarkawi tidak terbukti melakukan pemerasan pada Totalindo, maka KPPU perlu melaporkan balik Totalindo," masih kata Arief Poyuono.

Arief meminta KPPU menindaklanjuti laporan KAKI atas penunjukkan Totalindo tersebut. Ketidakberesan tercium menyengat apalagi banyak pemberitaan media nasional bahwa Totalindo sudah wanprestasi dalam pembangunan sejumlah proyek rusun Pemprov DKI seperti Rusun Naggrak dan Rusun KS Tubun.

Atas permasalahan-permasalahan ini, Arief meminta Anies tak ragu mengevaluasi pengerjaan proyek rusun DP 0 rupiah di Pondok Kelapa. Kalau pun tidak perlu dilakukan tender, Anies kata dia sebaiknya memilih BUMN konstruksi sebagai kontraktornya.

"BUMN konstruksi lebih berpengalaman dan bankable," tukas Arief.[dem[

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya