Berita

Enggar/net

Bisnis

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 16:21 WIB | LAPORAN:

Walau banyak kejanggalan dan penolakan, keputusan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengimpor 500.000 ton beras pada awal 2018 tetap akan dilakukan.

Kebijakan yang dicurigai banyak ditunggangi oleh pemburu rente itu kembali disindir oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli.

Rizal mengunggah sebuah surat kabar dalam berbahasa Inggris dengan tampilan foto Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menggunakan jas hitam dengan tanga diapit dibelakangnya. Namun dalam ilustrasi tersebut, tangan Enggar yang jumlahnya berlipat itu menggenggam sejumlah komoditas pangan.
 

 
"Petani-petani luar negeri mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Indonesia karena telah membantu meningkatkan kesejahteraan mereka," sindir Rizal melalui akun twitter pribadinya @Ramlirizal, Jumat (23/2).

Beberapa hari lalu, Menteri Enggar berkilah jika kebijakan impor beras tak akan mengganggu petani lokal.

"Sekali lagi jangan dipertentangan antara impor beras dengan petani. Kebijakan impor itu kami tidak mau main-main dengan perut dengan makan," kata Enggar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2).

Dia mengklaim, keputusan ini sama sekali bukan tidak berpihak kepada petani. Keputusan impor beras ini diambil karena harga beras sempat naik. Nah, untuk menurunkan harga itu, pemerintah mengambil langkah mengimpor beras.

"Bagaiman dengan petani? Sudah ada ketentuan pada saat rapat dong pak Menko dan Mentan bahwa impor beras sekaligus menugaskan Bulog untuk nyereap gabah sesuai dan ketentuan Inpres nomor 5," ujarnya.

Kemudian, kata Enggar, keputusan impor itu juga disertai penetapan fleksibilitas pembelian gabah/beras Perum Bulog menjadi sebesar 20 persen, dari sebelelumnya sebesar 20 persen. [san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya