Berita

Politik

JK-Anies: Pribumi, Agamis, Merakyat

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 16:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tua-tua keladi. Julukan ini makin pantas disematkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meski sepuh, ia belum kehilangan pesona politiknya.

Walau Kalla sudah menyatakan dukungan kepada Joko Widodo untuk melanjutkan periode kedua, namun barisan pendukung tokoh Golkar yang disapa JK itu bergeming. JK tetap disorong untuk maju lagi ke pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Beberapa waktu terakhir, isu politik menyangkut JK cukup hangat di kalangan politisi. Ada keyakinan bahwa JK memegang "kartu as" yang menentukan skenario di panggung Pilpres 2019.


JK dikabarkan membangun komunikasi politik dengan dua tokoh penting dalam percaturan politik nasional yaitu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan. Komunikasi politik JK dipersepsikan sebagai "kuda-kuda" untuk tetap eksis di percaturan politik 2019.

JK berpotensi menggandeng dua nama itu untuk memuluskan langkahnya jika berlaga di Pilpres. JK-BG atau JK-Anies?

Isu yang berkembang itu bagai disambut hangat oleh viralnya poster elektronik di media sosial dan jaringan komunikasi WhatsApp. Poster itu menempatkan paket JK-Anies untuk 2019, lengkap dengan slogan: Pribumi, Agamis, Merakyat.

Istilah "Pribumi" ini identik dengan sosok Anies dan menjadi kontroversi setelah digaungkannya dalam pidato perdana sebagai Gubernur di hadapan pendukungnya di Balai Kota (Oktober 2017).  

Selama ini JK dikabarkan menjalin komunikasi politik yang cukup intens dengan Anies Baswedan. Sampai saat ini, Anies masih menjadi sosok yang paling memungkinan untuk menjadi lawan tanding sepadan bagi Jokowi di 2019. Langkah-langkah populisnya dalam mengelola pemerintahan Jakarta menjadi batu loncatan untuk secara perlahan melambungkan elektabilitas dan popularitasnya.

Namun, JK-lah yang berani mengklaim bahwa dirinya "dalang" di balik pencalonan Anies di Pilgub DKI Jakarta, dengan menyodorkan nama eks Menteri Pendidikan itu ke Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. JK juga yang memberikan pandangan khusus kepada Anies mengenai isu kontroversial reklamasi pantai utara Jakarta. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya