Berita

Politik

Menhan Tantang Swasta Produksi Peralatan Militer Canggih

RABU, 21 FEBRUARI 2018 | 16:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah peralatan militer canggih, mulai dari senjata serbu, sniper, pistol, drone, hingga rompi dan jaket anti peluru dipamerkan di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

Seluruh peralatan tersebut merupakan buatan dalam negeri, yang diproduksi Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) untuk memasok kebutuhan TNI, dan sebagian juga diekspor ke luar negeri.

"Kita sudah mampu membuat peralatan militer canggih, ini tentu sangat membanggakan," kata Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, saat membuka pameran hasil produksi industri pertahanan swasta, sekaligus Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB), di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan.


Ryamizard mengatakan, pemerintah sangat mendukung produksi peralatan militer dalam negeri. Bahkan, saat ini telah dianggarkan sebesar Rp 15 triliun melalui BUMN, seperti PINDAD, PAL, PTDI, PTLEN, dan lainnya agar mampu meningkatkan produksi yang dibutuhkan Indonesia.

"Pemerintah juga mendorong perusahaan nasional untuk bermitra dengan BUMN strategis, dalam hal alih teknologi dan muatan lokal," ujar Ryamizard.

Perwakilan Produsen senjata militer dari PT Komodo Armament Indonesia, Dananjaya A. Trihardjo, mengungkapkan produksi senjata miliknya, memiliki kualitas tinggi yang tidak kalah dari produksi luar negeri.

Bahkan, senjata produksi PT Komodo memiliki keunggulan lain, berupa harga yang lebih murah. Hal ini karena bahan-bahan berkualitas yang digunakan untuk membuat senjata, berasal dari dalam negeri.

"Kami siap memenuhi kebutuhan senjata untuk dalam negeri. Bahkan ke depan juga berencana melakukan ekspor ke luar negeri," tandas dia.

Dari pantauan, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Selain itu juga dihadiri para produsen senjata dalam negeri yang dipimpin Ketua Harian Pinhantanas, Mayjen (Purn) Jan Pieter Ate.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya