. Rekam jejak Benny K Harman dan Beny A Lielnoni sangat bagus. Karenanya duet keduanya pantas memimpin Nusa Tenggara Timur, periode 2018-2023.
"Program-program yang ditawarkan sangat bagus, mengedepankan kepentingan petani," kata Ketua Aliansi Mahasiswa NTT di Yogyakarta Geovani Sarwolfram dalam siaran persnya Selasa (20/2).
Dengan pertimbangan ini pihaknya mendukung Harman dan Litelnoni (Harmoni) menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT. Mahasiswa NTT lanjut Geovani, menolak cagub yang sedang bermasalah dengan proses hukum karena akan menyebabkan kebingungan serta ketimpangan dengan apa yang diinginkan masyarakat jika nantinya terpilih.
"Menolak calon gubernur yang anti toleransi dan anti akan keberagaman, karena NTT merupakan propinsi yang sangat plural dan menjunjung tinggi perbedaan," ungkap Geovani.
Dirinya menegaskan, mahasiswa NTT juga menolak cagub yang mempunyai sikap premanisme, karena menjadi seorang pemimpin butuh orang yang mempunyai tingkat kesantunan dalam bersikap dan bertutur kata yang tinggi.
"Kami menolak cagub yang menggunakan isu SARA sebagai bahan kampanye karena akan berpotensi memecah belah keutuhan di NTT. Kmai mendukung calon gubernur yang pro rakyat khususnya petani, karena menginggat lebih dari 70% masyarakat NTT adalah petani," ujarnya.
Mahasiswa NTT di Yogyakarta kata dia, mendukung cagub yang mengedepankan kearifan lokal sebagai cara pendekatan terhadap masyarakat. Karena NTT merupakan provinsi yang menjunjung tinggi keraifan lokal.
"Kepada seluruh keluarga besar kami yang berada di kampung halaman untuk konsisten memilih cagub yang terbaik. Karena dengan menitipkan amanah kepada orang yang tepat NTT dapat mencapai kesejahteraan yang kita impikan," demikian Geovani menjelaskan.
[dem]