Berita

Dubes An Kwang Il (kanan)

Dunia

Dubes An Kwang Il: Banyak Orang Indonesia Salah Paham Situasi Semenanjung Korea

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 | 18:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Akibat pengaruh dunia Barat yang mendominasi pemberitaan media massa, mayoritas masyarakat dunia menganggap Korea Utara sebagai biang keladi ketegangan Semenanjung Korea.

Asumsi negatif terhadap Korea Utara juga terasa di dalam negeri Indonesia. Padahal, akar masalah konflik Semenanjung Korea adalah kebijakan Amerika Serikat yang menempatkan kekuatan militer dan nuklirnya di kawasan selatan.

Isu tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) untuk Indonesia, An Kwang Il, saat berdialog dengan awak redaksi Harian Rakyat Merdeka dan Kantor Berita Politik RMOL, di Graha Pena, Jakarta, Selasa (20/2).  


Dalam kesempatan tersebut, Dubes An yang sudah lebih dari dua tahun bertugas di Indonesia mengakui bahwa ketegangan Semenanjung Korea terasa makin meningkat.

"Sejak saya di Jakarta, situasi Semenanjung Korea semakin panas. Setahu saya, mayoritas media massa Indonesia tergantung suara media Barat. Jadi banyak orang di sini berpikir situasi panas di Semenanjung karena pembangunan senjata nuklir oleh Korea Utara," ungkap An Kwang Il dalam bahasa Korea, yang diterjemahkan staf Kedutaan Besar Korea Utara.

Padahal, lanjut An, jika orang mau melihat latar belakang sejarah yang lebih lengkap maka orang akan mendapatkan kesimpulan bahwa akar krisis nuklir di Semenanjung Korea adalah kebijakan militeristik AS  terhadap Korea Utara.

Ia menjelaskan, AS sudah menempatkan personel militer, persenjataan berat dan kekuatan nuklirnya di wilayah Selatan pasca Perang Dunia II. Sampai sekarang pun mereka masih ada di sana.

Kehadiran militer AS di wilayah Selatan menimbulkan ancaman bagi wilayah utara. Perang Korea bermula dari kekuatan asing yang membelah Semenanjung Korea. Perang Korea dihentikan oleh gencatan senjata, bukan perdamaian permanen. Dengan begitu, situasi perang bisa meletus kapanpun.

Dubes An mengatakan, AS yang berstatus negara nuklir sebelumnya menempatkan persenjataan nuklir mereka di Jepang, negara yang pernah mereka serang dengan bom atom. Sejak banyak protes di Jepang, akhirnya persenjataan itu dipindahkan ke Korea Selatan.

"Akhir 50-an, hampir dua ribu persenjataan AS ditempatkan di Selatan. Jadi kalau dari segi penempatan nuklir, Semenanjung Korea paling padat," jelas Dubes An. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya