Berita

Afrin/Net

Dunia

Turki Peringatkan Assad Tak Ganggu Perang Di Kantung Kurdi

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki memperingatkan pemerintah Suriah Bashar al-Assad bahwa mereka mempertaruhkan sebuah konfrontasi militer dengan Ankara jika ikut campur dalam perang yang sedang berlangsung di daerah kantong Kurdi di Afrin.

Peringatan itu dikeluarkan Turki setelah adanya laporan bahwa milisi pro-Assad akan masuk Afrin untuk membantu milisi Kurdi lokal berperang melawan serangan yang dilakukan oleh pemberontak militer Turki dan Suriah yang berafiliasi dengan Ankara.

Laporan di TV pemerintah Suriah memicu sebuah teguran oleh presiden Turki dan menteri luar negeri, yang memperingatkan bahwa rezim Assad mempertaruhkan sebuah konfrontasi dengan tentara Turki.


Pemimpin Turki, Recep Tayyip ErdoÄŸan, mengatakan dalam sebuah pembicaraan telepon dengan presiden Rusia, Vladimir Putin awal pekan ini bahwa Damaskus akan menghadapi konsekuensi jika membuat kesepakatan dengan Unit Perlindungan Rakyat yang dipimpin Kurdi (YPG) dan mengatakan operasi Afrin akan berlanjut.

Turki sendiri diketahui meluncurkan sebuah kampanye militer di Afrin bulan lalu, dalam upaya untuk mengusir milisi Kurdi. Daerah kantong tersebut berada di bawah kendali partai Uni Demokratik (PYD) dan YPG, yang merupakan mitra koalisi yang didukung Amerika Serikat melawan kelompok militan ISIS.

Namun Turki menganggap YPG sebagai sayap Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yakni sebuah kelompok teror yang dianggap telah berjuang dalam pemberontakan selama beberapa dekade melawan negara Turki.

Sebuah pengumuman yang dirilis Amerika Serikat beberapa waktu lalu bahwa mereka akan membangun pasukan perbatasan 30.000 yang kuat untuk berpatroli di perbatasan Suriah yang mencakup YPG membuat khawatir Ankara. Kekhawatiran itu membuat Turki memimpin kampanye militer, yang dijuluki "Operation Olive Branch".

"Sekarang, apakah rezim (Suriah) akan masuk ke sana? Jika mereka melakukannya, untuk apa? Itu penting,"kata menteri luar negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu.

"Jika (rezim) masuk untuk membersihkan PKK (dan) YPG maka tidak ada masalah. Jika mereka memasuki (Afrin) untuk memberikan perlindungan kepada YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan tentara Turki," tegasnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya