Berita

Foto: Komunikonten

Bisnis

Mari Jaga Rapat Redaksi Tim Medsos Dari Godaan Setan Terkutuk

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 | 06:48 WIB | LAPORAN:

Konten fitnah maupun hoax atau bohong lahir dari pikiran pendek. Tim sukses hanya memenangkan kandidatnya tanpa memikirkan kepentingan nasional.

"Karenanya mari jaga rapat redaksi tim media sosial dari godaan setan yang terkutuk," kata pengamat media sosial dari Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi), Hariqo Wibawa Satria dalam diskusi bertajuk 'Peran Jurnalis dan Warganet Mencegah Kampanye Hitam dan Politisasi SARA di Pilkada Serentak 2018 guna Menjaga Persatuan NKRI' di di kantor Trenzing, Jalan Guntur No. 9, Kota Bogor, kemarin.

Hadir pula sebagai pembicara yakni Gebril Daulay (tenaga ahli KPU RI), Yophiandi Kurniawan (praktisi media), dan Ridwan Budiman (pegiat literasi media).


Hariqo juga mengimbau agar setiap konten yang diproduksi oleh tim sukses diberikan identitas atau kode tertentu, sehingga masyarakat dapat menilai, media sosial mana yang paling inovatif dan kreatif dalam mengkampanyekan kandidatnya di Pilkada serentak 2018.

"Para kandidat harus sadar bahwa konten fitnah, hoax yang dilakukan tim medianya tidak akan memenangkan dirinya. Kampanye hitam bukan saja mendekatkan pelakunya ke neraka, tapi juga bisa berujung penjara," ujar Hariqo.  

Hariqo menambahkan, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada Serentak tahun ini. Semua kandidat tentunya memiliki tim media. Karena jangan sampai ada konten yang merusak keutuhan NKRI.

"Setiap tim media sosial kandidat dalam Pilkada Serentak 2018 harus berkompetisi memenangkan kandidatnya, itu pasti. Namun tim media sosial kandidat juga harus berkolaborasi menjaga keutuhan NKRI dengan melawan kampanye hitam dan politisasi SARA, tidak hanya saat Pilkada namun sampai kapanpun," tegasnya.

"Pilkada serentak lebih dari sekadar ujian berdemokrasi, namun juga ujian dalam berbangsa dan bernegara," tambah Hariqo yang juga sebagai Direktur Eksekutif komunikonten ini.

Sementara itu, Yophiandi mengatakan, pembuat konten media sosial saat ini banyak yang kreatif. Karenanya optimalkan potensi positif dan kreatif anak muda, bukan dengan menjerumuskan mereka dengan melakukan kampanye hitam.

"Setidaknya ada tiga karakteristik orang Indonesia terkait media dan informasi. Pertama, kurang mencerna informasi. Kedua, kurang berpendidikan tapi cepat menelan informasi. Ketiga, berpendidikan namun kurang mencerna informasi," paparnya.

Ridwan menyebutkan, pemilih pemula pada Pilkada serentak 2018 nanti kurang lebih 10,6 juta dari total 160 juta DPT secara keseluruhan di 171 daerah yang menyelenggarakan. Mereka punya kemungkinan besar menjadi korban hoax.  Terlebih, jika konten hoax tersebut disebarkan oleh orang terdekatnya, baik itu orangtua, kakak, adik, teman, bahkan pacarnya.

"10,6 juta itu adalah generasi masa depan Indonesia, konten-konten yang diproduksi saat Pilkada Serentak 2018 harus mampu membuat mereka terdidik dan bangga jadi orang Indonesia," tegas Ridwan.[wid] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya