Inter Milan menuai hasil buÂruk pada giornata ke-25 Serie A. Bertandang ke markas Genoa di Stadion Luigi Ferraris, kemarin dini hari WIB, Inter takluk dua gol tanpa balas.
Pelatih Nerazzurri, Luciano Spalletti membela performa anak asuhnya. Bagi dia, Antonio Candreva dan rekan-rekan sudah berusaha maksimal.
"Malam ini, tim tidak tampil buruk. Kami hanya berlu berÂtahan dengan cara kami bermain dan menerkam lawan pada saat yang tepat. Kami memiliki beÂberapa peluang, tapi gol bunuh diri menciptakan masalah," kata juru taktik kelahiran Certaldo, mengutip dari Football Italia.
Pernyataan Spalletti merujuk pada gol pertama Genoa ke gawang timnya. Sebuah umpan silang dari penggawa tuan rumah di blok oleh Milan Skriniar. Sayang sepakan Skriniar mengenai Andrea Ranocchia, hingga merobek jala Samir Handanovic.
Ia mengakui, Inter mulai menÂgalami masa sulit. Menurut Spalletti, solusinya adalah tetap mempercayai potensi tim. "Yakin bahwa ke depan, kami kembali ke jalur positif, meÂmungkinkan kami bertahan dalam posisi teratas," ujar alÂlenatore 58 tahun ini.
Setelah kemenangan 5-0 atas Chievo Verona pada awÂal Desember 2017, kubu La Beneamata memasuki masa inkonsistensi. Dalam 12 pertandÂingan di berbagai ajang, pasukan biru hitam sekali meraih hasil sempurna. Selebihnya delapan imbang, dan tiga partai berakhir dengan kekalahan.
Pelatih Genoa FC, Davide Ballardini menilai timnya tampil dominan saat bertemu Inter. "Kami mengendalikan pertandÂingan melawan tim hebat dengan banyak pemain berbakat. Kami selalu bertahan dengan nyaman," kata allenatore 54 tahun ini.
Ballardini berpendapat Goran Pandev dan rekan-rekan memaÂhami situasi harus bermain sepak bola indah. Bahkan ketika dalam tekanan pun, Genoa menurutnya bisa mengantisipasi.
Ia melihat para penggawa I Rossoblu bekerja sebagai satu kesatuan. Bahkan beberapa pasukan di lini serang turut membantu pertahanan. "Saya pikir kami bisa lebih baik lagi dalam mengendalikan bola, dan menyerang dengan lebih banyak pemain, tapi kami selalu menÂjaga keseimbangan yang tepat," ujar Ballardini.
Jurutaktik kelahiran Ravenna, Italia itu membawa perubahan positif di kamar ganti Il Vecchio Balordo. Semenjak mengambil alih kursi kepelatihan Genoa dari Ivan Juric, Ballardini membuat tim ini meraih tujuh kemenanÂgan, tiga kali kali kalah, serta tiga imbang.
Inter masih di posisi keemÂpat, sementara Genoa berada di urutan ke-12 klasemen seÂmentara Serie A. Sejauh musim 2017/2018 berjalan, Il Grifone mengumpulkan 30 angka dari 25 pertandingan. ***