Berita

Bisnis

Desa Makmur Peduli Api Menuai Sukses Di 2017

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018 | 04:47 WIB | LAPORAN:

Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari Sinar Mas Agribusiness and Food telah menyelesaikan tahun yang sukses dengan berkurangnya titik panas dan kebakaran di 17 desa di Kalimantan Barat dan Jambi.

CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang, mengungkapkan, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta program DMPA telah menurun menjadi 13 titik panas dan 9 titik api pada 2017, dari 25 titik panas dan 7 titik api pada tahun 2016 dan 423 titik panas dan 271 titik api pada tahun 2015.

"Pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, Masyarakat Siaga Api, anggota masyarakat petani dan pemerintah daerah untuk mengatasi tantangan bersama mencegah dan menekan api dengan cepat. Kami ingin mengulangi kesuksesan ini di tahun 2018 dan mengajak semua pihak untuk tetap waspada disaat kita memasuki musim kering dan terus melindungi hutan dan masyarakat kita," katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/2).


Pada tahun yang sama, kata Susanto, program ini diperluas dengan menambah program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pengembangan plot pertanian organik.

Program ini memungkinkan penduduk desa menanam berbagai sayuran untuk kebutuhan pangan dan memberikan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan pertanian ke pasar lokal di Kalimantan Barat.

"Selain fokus pada pencegahan kebakaran, kami melihat kebutuhan masyarakat yang lebih luas dari desa binaan khususnya yang di Kalimantan Barat. Kami mengembangkan Pertanian Ekologi Terpadu (PET)," ujarnya.

Menurut Susanto, PET untuk mendidik masyarakat desa tentang metode pertanian organik berkelanjutan yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri, memastikan ketahanan pangan dan mendukung pembangunan ekonomi. Sejauh ini sudah ada tiga desa percontohan dengan lebih dari 60 anggota petani bergabung, dengan 70 persen di antaranya adalah perempuan.

"Kami berharap dengan bimbingan ini, para petani dapat menduplikasi proses tersebut di kebun mereka sendiri," jelas Susanto.

Para peserta program PET maupun keluarga mereka telah menikmati manfaat dari program ini. Setiap keluarga mampu menghemat hingga Rp 300 ribu per bulan dari pemotongan belanja sayuran dan rempah-rempah yang sekarang bisa mereka ambil dari kebun mereka sendiri. Selain itu, mereka menerima Rp 500 ribu setiap bulannya dengan menjual sayuran ke desa-desa sekitar dari PET, setelah dikurangi untuk kebutuhan pangan keluarga mereka.

Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp 600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017.

Desa-desa tersebut adalah Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Lembah Hijau 2, Siantau Raya, Sungai Kelik, Simpang Tiga Sembelangaan dan Tanjung Medan yang berada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya