Berita

Foto/Net

Olahraga

Rakyat Ramai Nanggapin Usul Presiden, Pejabatnya Kemana

Soal Fakultas Sepak Bola
SABTU, 17 FEBRUARI 2018 | 08:22 WIB

Usulan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo agar perguruan tinggi di Indonesia membuka Fakultas Sepak Bola jadi perbincangan rakyat di dunia maya. Para pejabat baik di kementerian maupun di organisasi sepakbola kemana ya...?

Presiden Jokowi ini mengungkapkan usulannya pada Forum Rektor Indonesia (FRI) di Universitas Hasannudin, Makassar. Jokowi menginginkan pendirian Fakultas Sepak Bola dapat mengangkat persepakbolaan Indonesia bisa lebih baik dan menjadi juara.

Dia mencontohkan, sebagai implikasi revolusi industri dan berkembangnya life style industri, dikembangkanlah program studi kompetisional dan data science yang mencetak data scientist, digital economy serta e-commers. "Kenapa tidak ada (yang buka) fakultas sport industri. Misalnya fakultas sport industri jurusan manajemen sepak bola atau langsung fakultas mana­jemen sepak bola. Di negara lain ini ada, saya buka-buka ada,"  katanya.


Dia mengungkapkan, jika sejak 20 ta­hun lalu sudah dibuka jurusan atau fakul­tas manajemen sepak bola, pasti Indonesia sekarang sudah juara. "Di sini ada enggak fakultas sport industri atau fakultas mana­jemen sepak bola? Enggak ada kan? Yah sepak bola kita kalah terus karena univer­sitas atau perguruan tinggi kita tidak buka fakultas itu," tutup Jokowi.

Tantangan Jokowi yang menginginkan pembenahan sektor sepak bola menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. "Setuju sepakbola modern menghasilkan uang yang gila-gilaan saat ini, butuh orang dengan manjemen yang spesifik tentang tata kelola yg baik," kata akun @okalam208.

"Maksud pak Jokowi, para rektor harus mulai merobah pola pikir lama dimana membuka jurusan sesuai kebutuhan perkem­bangan global," ujar akun @wanso1975.

"Tergetnya ikut piala dunia dan sepak bola mendorong efek domino tumbuh bis­nis lainnya,"  sahut akun @pactrice10.

"Fakultas sepak bola, jurusanya hukum sepakbola dan perwasitan, manajemen organisasi dan strategi kepelatihan, teknologi dan taktik sepak bola modern," usul akun @alfariz861.

Namun akun @untungsy berpendapat, masalah sepak bola bukan hanya soal pendidikannya saja. "pak @jokowi di benahi dulu yang ada pak, kompetisi jelas, pemain sejahtera dan kualitas lapangan yang baik.. sama induk sepakbola bisa di selesaikan pak," cuit akun @untungsy.

"Buka fakultas pun percuma, pengurusnya ga becus ngurusin, contohnya bnyk pemain2 berbakat ko ga dimanfaatkn buat prestasi indonesia & pemain di eksport buat main di luar negeri," kata akun @ariegunner2.

"Trus kapan yah bisa Ikut Piala Dunia..???" tanya akun @ChiwyRais14.

"Bukan itu pak. Pembinaan yang kurang bagus..dan postur tubuh orang indonesia kurang ideal untuk sepak bola dunia," tutur akun @AgusSugiri.

Menjadi peserta Piala Dunia merupa­kan impian besar masyarakat Indonesia. Mengingat selama ini, Indonesia hanya bisa menjadi penonton dalam ajang yang paling bergengsi di dunia itu.

Menurut mantan pelatih timnas U-19 Indra Sjafri, Indonesia memiliki kesem­patan mengikuti piala dunia menyusul keputusan FIFA menambah kontestan pada tahun 2026 mendatang.

"Kita harus serius mengurusi kompetisi dari usia dini, disesuaikan dengan kondisi geografis di Indonesia. Harus ada rencana dan langkah yang nyata. Kalau tak ada, mus­tahil Indonesia masuk ke Piala Dunia ... kita harus konsisten dan komitmen yang besar terhadap pembinaan," kata Indra Sjafri.

Untuk saat ini saja, peringkat Indonesia di FIFA berada di urutan 160. Negara-negara tetangga di kawasan ASEAN yang berada di atas, ada Vietnam pada posisi 112, Filipina di posisi 123, lalu Thailand di posisi 129. Menyusul Myanmar yang turun dua tangga dari posisi 140 menjadi 142.

"Di tempat kami, sudah ada Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), sudah menaungi se­mua bidang olahraga, termasuk Sepakbola. Hedeh," ujar akun @yozyaulia.

"Fakultas sepak bola bagus, tapi kenapa tidak konsentrasi di fakultas pertanian? Sudah pasti langsung bisa dinikmati hasilnya? Tentu disuport oleh lahan "ta­nah" oleh Pemerintah ..." cuit akun @ partha35ap. ***

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya