Berita

Foto/Net

Bisnis

Duh, Lahan Bawang Putih Makin Sempit

RABU, 14 FEBRUARI 2018 | 11:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sulitnya Indonesia terlepas dari importasi bawang putih, dinilai lebih karena ketiadaan pilihan. Lahan penanaman yang tidak bertumbuh sig­nifikan menjadi salah satu penyebab utama produksi tak bisa menutupi kebutuhan.

Hal ini dinyatakan Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA), Yeka Hendra Fatika. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ujarnya, luas lahan pertanian bawang putih di 2016 hanya mencapai 2.407 hektare, menu­run 6,09 persen disbanding lahan bawang putih yang tercatat seluas 2.563 hektare pada 2015.

"Memang, Kementerian Pertanian mengusahakan per­tambahan luas lahan pertanian bawang putih lewat aturan wajib tanam buat importir, tapi jumlahnya dinilai tidak signifikan," keluh Yeka.


Dengan tingkat ketergantun­gan pasokan sedemikian besar, lanjutnya, mustahil berharap swasembada dalam dua tahun ke depan. Sejatinya, nilai Yeka, bawang putih bukan jenis tanaman yang bisa cukup masif ditanam di negara tropis seperti Indonesia.

Beberapa daerah memang cocok dijadikan sentra bawang putih, contohnya di Lombok Timur-NTB, Temanggung-Jawa Tengah, Magelang-Jawa Tengah, juga di Sumatra Barat. Sayangnya, di daerah-daerah tersebut pula, sebenarnya lahan bawah putih sudah mendekati maksimal digunakan. Sehingga, cukup sulit memper­luas lahan di kawasan-kawasan tersebut.

"Kita perlu penambahan sekitar 50 ribu hektare lah. Pertanyaannya, lahan yang di­pakai itu lahan apa? Dan yang mana?" tantangnya.

Masih berdasarkan data yang sama, jelas Yeka, kebu­tuhan akan bawang putih ini pun dari tahun 2013—2017 terus bertumbuh. Rata-rata mencapai 8,78 persen per ta­hun. Menjadi kian ironis sebab di kala konsumsi meningkat, luas lahan tanam komoditas ini malah menyusut.

Dengan luasan lahan yang ada saat ini, tak heran jika produksi bawang putih lokal hanya berada di angka 21,15 ribu ton pada 2016. Tentunya ini jauh di bawah kebutuhan konsumsi nasional yang ber­dasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) rata-rata mencapai 1,63 kilogram per kapita tiap tahun.

Pendeknya, dengan 250 juta jiwa, ingatnya, dibutuhkan minimal 407,5 ribu ton bawang putih guna memenuhi kebu­tuhan tersebut. Itu pun baru untuk konsumsi rumah tangga, belum termasuk kebutuhan untuk industri komersial.

Karena itu, mayoritas kebu­tuhannya harus dipenuhi mela­lui pasokan impor. Dengan demikian, kondisi ketersediaan dan harga di dalam negeri masih sangat tergantung pada kondisi pasokan dan tingkat harga di negara produsen.

Sementara Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahja Widayanti menjelaskan, impor bawang putih Indonesia berasal dari China, India, Amerika, Swiss, dan Malaysia dengan share utama 99,25 persen dari China dan India 0,65 persen.

Ia pun mengakui, pasokan bawang putih lokal di pasaran masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi nasional yang seban­yak 480 ribu ton. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya