Berita

Nusantara

OSO: DPD RI Dan DPRD Harus Sinergis Awasi Dana Desa

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 16:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta, menyatakan perlu ada sinergitas antara DPD RI dengan parlemen daerah dalam melakukan pengawasan pengelolaan dana desa.

Demikian dikatakannya dalam pertemuan antara Ketua DPD RI dengan delegasi DPRD Banjarmasin Kalimantan Selatan, di Ruang Delegasi Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (12/2).

Selain Oesman Sapta, hadir pula Ketua Komite I DPD, Akhmad Muqowam; Anggota Komite I, Ahmad Subadri; dan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Budi Wijaya, beserta 12 anggota Banmus DPRD Banjarmasin.


Pada pertemuan tersebut, Oesman Sapta atau OSO menjelaskan kondisi terkini DPD RI pasca Revisi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang mendapat tambahan kewenangan selain mengawasi pengelolaan dana desa. DPD RI akan mendapat kewenangan mengawasi pembentukan peraturan daerah (perda) di seluruh Indonesia.

"Terkait pengawasan dana desa, kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Desa juga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Selain itu yang akan menjadi partner kami di daerah ya DPRD, untuk menjaga dan mengawasi dana desa agar tepat sasaran. Selain itu perlu dibangun sistem yang dapat berfungsi ketat melekat dan tepat sasaran," jelas Oesman Sapta.

Sedangkan Akhmad Muqowam menjelaskan bahwa tugas DPD RI ke depan semakin berat jika DPR mengesahkan revisi UU MD3, khususnya pasal tambahan yang mengatur DPD RI juga berhak mengevaluasi dan mengawasi rancangan Perda.

"Ini menjadi penting ke depan karena diperkirakan dalam satu tahun minimal 1082 perda akan diawasi oleh DPD RI, hal ini berarti satu daerah yang akan mengesahkan Perda akan lapor ke DPD. Karena itu perlu sinergitas antara DPD dengan daerah dalam melaksanakan fungsi pengawasan tersebut," ungkap Muqowam.

Menutup pertemuan tersebut, OSO berpesan agar DPRD-DPRD se-Indonesia melakukan sinergi dengan DPD RI. Hal itu diperlukan dalam menyelenggarakan kontrol pembangunan demi kemajuan di daerah.

"Agar kita tahu permasalahan-permasalahan yang tidak bisa diselesaikan di daerah, sehingga DPD dapat membawa permasalahan tersebut ke pusat dan mencarikan solusinya dengan pemerintah pusat," ujar OSO. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya