Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Kenapa Harus Heran Sri Mulyani Terbaik Di Dunia?

MINGGU, 11 FEBRUARI 2018 | 20:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rakyat Indonesia terpukau oleh berita Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang menerima Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) dalam World Government Summit, di Dubai, Uni Arab Emirates.

Tetapi, penobatan yang dilakukan melalui proses seleksi lembaga independen Ernst & Young itu dirasakan kurang pas oleh peneliti dari Lingkar Studi Perjuangan, Gede Sandra.

"Saya bingung, prestasi dia sebenarnya apa ya?" ucap Gede, melalui pesan elektronik, Minggu (11/2).


Gede mengatakan, "prestasi" paling menonjol dari mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu adalah penerapan kebijakan makro super konservatif yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi stagnan dan daya beli masyarakat turun. Selain itu, menerbitkan surat utang dengan bunga (yield) 1-3 persen, yang berakibat kerugian negara puluhan triliun.

"Kebijakan makro yang juga sebabkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor Indonesia tertinggal dari negara tetangga di Asia," sindirnya.

Gede mengaku lebih heran mengapa menteri-menteri dari negara-negara yang hebat, antara lain China dengan GDP terbesar nomor dua di dunia, Singapura dengan GDP per kapita tertinggi di Asia, dan Vietnam yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN, tidak dapat menerima penghargaan seperti yang diterima Sri Mulyani.

"Kenapa menteri-menteri dari deretan negara tersebut tidak pernah mendapat penghargaan semacam itu ya?" ungkap Gede.

Pada Januari 2017, Gede Sandra juga pernah mengkritik keras langkah Sri Mulyani memutus kerja sama kemitraan antara pemerintah Indonesia dengan JP Morgan Chase & Co.Kementerian Keuangan menilai analisis JP Morgan yang menurunkan rating Indonesia dari overweight ke underweight (penurunan dua tingkat) berpotensi menggangu stabilitas keuangan nasional.

Saat itu, Gede Sandra melihat kasus tersebut dari sudut pandang yang lain. Menurutnya, pemutusan hubungan kerja sama antara pemerintahan suatu negara dengan bank internasional baru pertama kali terjadi di dunia.

Gede mendengar kabar bahwa ada kemungkinan tindakan Sri Mulyani memutus hubungan kerja sama dengan JP Morgan berhubungan dengan dendam politik gank Clinton terhadap kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat. (Baca: Sri Mulyani Mutung, JP Morgan Jadi Korban). [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya