Berita

Nusantara

Yenny Wahid: Perempuan Indonesia Makhluk Toleran

SABTU, 10 FEBRUARI 2018 | 10:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Festival Toleransi Rakyat (Peace Festival 2018) yang digagas Wahid Foundation resmi dibuka kemarin.

Acara yang digelar di Gandaria City Mall ini terselenggara berkat kerja sama Wahid Foundation, Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, serta UN Women.

Festival dibuka dengan rangkaian peragaan busana yang diikuti 23 orang ibu-ibu dari kampung dampingan Wahid Foundation, pameran produk desa binaan, stand up komedi, dan penampilan musik akustik.


Dalam keterangan persnya, Direktur Wahid Foundation, Yenny Zannuba Wahid, mengatakan, acara ini adalah bagian dari program Wahid Foundation yang disebut Women Participation for Inclusive Society (WISE), yang mengajak kaum perempuan untuk mencoba sesuatu yang baru.

“Jika kita mencoba sesuatu yang baru, akan muncul dua kemungkinan, gagal atau berhasil. Jika gagal kita akan tetap di tempat, tapi kalau berhasil akan luar biasa," ujar Yenny.

Putri almarhum Gus Dur itu menambahkan, kaum perempuan memiliki potensi luar biasa namun kurang dihargai. Ada perempuan-perempuan yang berasal dari desa patut disebut sebagai sosok perkasa yang memiliki kekuatan besar.

"Kekuatan ini perlu dibangkitkan sehingga mereka bisa menjadi inspirasi bagi warga desanya," kata Yenny.

Dalam kesempatan ini, Yenny juga mengungkapkan hasil survei Wahid Foundation tentang perdamaian. Hasilnya, kebanyakan perempuan Indonesia adalah orang-orang yang sangat toleran dan anti radikalisme.

Survei ini, kata Yenni, digelar di seluruh wilayah Indonesia, melibatkan responden pria dan wanita.

"Ini sungguh luar biasa. Perempuan adalah makhluk yang toleran. Mereka memberikan kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan damai," ucapnya.

Menurut Yenny, Festival Toleransi ini menjadi penting karena efeknya terasa langsung di masyarakat. Perempuan desa juga bisa diberdayakan menjadi agen perdamaian.

Karena itulah Wahid Foundation mengajak kaum perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi, membangun usaha bersama, untuk merekatkan toleransi dan meminimalkan konflik. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya