Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Bombardom

SABTU, 10 FEBRUARI 2018 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ANDA tahu apa itu Bombardom? Hebat, sebab saya tidak tahu! Semula saya duga Bombardom itu jenis makanan kreasi inovatif. Ternyata bukan.

Semula saya duga Bombardom itu sebuah jenis bom baru buatan teroris. Ternyata bukan. Semula saya duga Bombardom itu nama game online jamanow. Ternyata bukan.  

Baru setelah penyelenggaraan Rekor-Dunia Bombardom untuk MURI di kampung Tololela, desa Ngada, Flores 19 September 2015, saya tersadar bahwa ternyata Bombardom adalah sebuah alat musik tiup traditional masyarakat Ngada di Pulau Flores. Sebuah alat musik tradisional yang di masa kini jarang digunakan maka terancam punah akibat tergusur oleh arus gelombang imperialisme kebudayaan yang  disebut sebagai globalisasi.


Bambu

Alat musik Bombardom terdiri dari dua bagian yaitu sebuah tabung bambu besar dan sebuah tabung bambu kecil untuk meniupkan udara ke bambu besar. Alat musik ini ditiup dengan tehnik khusus sehingga membunyikan dua nada yang berbeda. Bombardom biasanya mengiringi alat musik bambu lainnya seperti seruling dan Foi Doa (seruling ganda) khas Ngadha dan dimainkan untuk pesta adat atau penerimaan tamu .

Konser musik tradisional Bombardom menciptakan Rekor-Dunia MURI diselenggarakan 19 September 2015 di kampung adat Tololela, desa  Manubhara, Kecamatan Inerie, kawasan Wisata Lembah Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Konser ini merupakan prakarsa warga kampung Tololela bekerja sama dengan Pemerintah Desa Manubhara, Dinas Perhubungan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (P2KI) Kabupaten Ngada, untuk membangkitkan lagi semangat masyarakat Jerebu’u melestarikan alat musik tradisional.

Penyelenggaraan Rekor-Dunia MURI ini juga didukung oleh INFEST (Innovative Indigenous Flores Ecotourism for Sustainable Trade) Uni Eropa dan dilaksanakan oleh Yayasan Indecon. 

"Saya merasa senang, bangga, dan terharu karena semua pihak telah terlibat menunjukkan cintanya pada budaya Ngada. Kegiatan ini merupakan hadiah istimewa untuk masyarakat Jerebu’u khususnya Tololela, dan membuat kami semakin sadar akan kekayaan budaya kami," kata Markus Lina, Kepala Desa Manubhara kepada manajer MURI, Jusuf  Ngadri yang khusus datang nun jauh dari Pulau Jawa untuk menyaksikan Rekor-Dunia Bombardom sebagai peristiwa kebudayaan bersejarah nun jauh di pulau Flores tersebut.

Indonesia Raya

Secara menggetar sukma tidak kurang dari 510 warga kampung Tololela meniup 510 alat musik Bombardom diiringi  ansembel seruling bambu mempergelar lagu kebangsaan Indonesia  Indonesia Raya. Sungguh mengharukan sekaligus membanggakan, mendengar alunan lagu Indonesia Raya yang lazimnya dimainkan dengan iringan orkes alat musik Barat, kali ini dikumandangakan dengan seruling bambu diiringi ratusan Bombardom sebagai karsa dan karya kebudayaan bangsa Indonesia yang tiada duanya di planet bumi ini.

Penciptaan rekor-dunia di pelataran rumah adat kampung Tololela tersebut memiliki tiga makna. Makna pertama sebagai daya tarik pariwisata untuk berkunjung ke kawasan wisata Lembah Jerebu’u.  Makna kedua, melestarikan alat musik Bombardom sebagai karsa dan karya kebudayaan Nusantara.  

Makna ketiga, apa yang dilakukan pemerintah daerah Ngada yang alih-alih menggusur justru melestarikan kampung-kampung sebagai suaka-budaya setempat layak menjadi suri-teladan bagi pemerintah daerah lain yang sedang asyik memusnahkan kampung-kampung.  

Penulis adalah pendiri MURI dan Jaya Suprana School of Performing Arts


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya