Berita

Foto/Net

Politik

Guru Besar Dan Profesor Mendesak Arief Hidayat Mundur Dari Ketua MK

SABTU, 10 FEBRUARI 2018 | 05:25 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 54 guru besar dan profesor dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia mendesak Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat untuk mundur dari jabatannya.

Tuntutan ini akan disampaikan langsung kepada Arief pada 13 Februari mendatang. Arief layak dicopot lantaran telah mendapat dua kali sanksi etik.

"Ketika telah dipercaya sebagai penegak hukum terdapat kegagalan memegang teguh moral kejujuran, kebenaran dan keadilan. Maka dia telah kehilangan sumber legitimasi moralnya sebagai agen penegak hukum," ungkap profesor dari Universitas Indonesia, Sulistyowati, seperti diberitakan JawaPos.com, Jumat, (9/2).


Senada dengan Sulistyowati, Pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera Bivitri Susanti menilai MK harus diisi oleh para hakim yang memahami hakikat kejujuran, kebenaran, dan keadilan.

Menurutnya seorang hakim MK yang terbukti melanggar etik diyakini tidak punya kualitas sebagai negarawan.

"Negarawan sejati tidak akan mempertahankan posisinya sebagai hakim konstitusi setelah dijatuhi sanksi pelanggaran etika," ujar Bivitri.

Adapun 54 guru besar dan profesor dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia itu diantaranya berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Andalas. [nes]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya