Berita

Nusantara

Ketua DPR Dukung Pembangunan Perumahan Untuk Rakyat Berpenghasilan Rendah

KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Real Estate Indonesia (REI) tidak sekadar mementingkan keuntungan dengan membangun perumahan mewah, melainkan juga membangun perumahan untuk masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 7 juta.  

Pentingnya pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat dikemukakan politisi Partai Golkar itu saat melakukan pertemuan dengan pengurus DPP REI di ruang kerjanya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (8/2).

"Kita harus pikirkan supaya para anak bangsa bisa memiliki rumah dengan mudah. Ini juga tanggung jawab REI," pesan Bambang.


Menjawab tantangan ketua DPR, Ketua DPP REI Soelaman Soemawinata mengungkapkan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk pembangunan rumah murah bagi rakyat. REI bahkan telah membangun 200 ribu unit rumah bersubsidi yang menjadi program pemerintah.

"Kami berkomitmen menjadi mitra terbaik bagi pemerintah. REI mempunyai motto menjadi garda terdepan membangun rumah rakyat," ucapnya.

Selain pembangunan rumah rakyat, pertemuan juga dimanfaatkan Bambang dan REI membahas pengelolaan rumah susun yang seringkali menyengsarakan penghuni.

Menurut kajian REI, sebetulnya sudah ada UU 20/2011 tentang Rumah Susun yang mengatur tentang pengelolaan rumah susun. Sayangnya, undnag-undang tersebut belum ada peraturan pemerintah tentang pelaksanaannya.

REI menyarankan agar pengelolaan rusun dibentuk badan hukum koperasi, sehingga tidak ada lagi ribut-ribut dan salah paham antara penghuni dan pengelola.

Mendengar penjelasan tersebut, Bambang memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah agar peraturan pelaksanaan dari undang-undang tersebut segera dibuat.

"Sehingga saudara-saudara kita yang tinggal di rumah susun bisa mendapatkan kejelasan tentang hak dan kewajibannya," katanya.

REI juga memberikan masukan mengenai RUU Pertanahan yang sedang dibahas di Komisi II DPR. Ada beberapa yang menjadi catatan REI, di antaranya mengenai peran pemerintah daerah yang sangat krusial dalam mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menurut REI seyogyanya hal itu diatur dalam undang-undang supaya tidak ada kerancuan dan duplikasi. REI juga berkomitmen selalu melibatkan dalam pembahasan masterplan pengembangan kawasan.

Menanggapi uraian tersebut, Bambang berjanji akan memperlajari masukan dari REI. Dia memastikan dalam pembahasan sebuah RUU, seluruh stakeholder pasti akan dimintai masukan.

"Jika memang sesuai dengan kemaslahatan bersama, masukan akan diakomodasi dalam RUU," ujarnya.

Secara khusus, dia juga meminta REI menindak tegas para pengembang nakal yang telah menyengsarakan masyarakat.

"Saya sudah minta aparat hukum untuk memberikan tindakan tegas kepada para pengembang nakal. REI juga harus berperan, beri sanksi dan black list para pengembang nakal. Bahkan harus diumumkan kepada publik, supaya masyarakat luas bisa berhati-hati," demikian Bambang. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya