Berita

Bambang Soesatyo/net

Politik

Bamsoet: Ekspor Lemah Bukan Cuma Tanggung Jawab Kemendag

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 16:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Harus ada perhatian serius pada faktor-faktor penghambat pertumbuhan ekspor.

Untuk itu, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mendorong Komisi VI yang membidangi perdagangan, untuk mengagendakan rapat kerja dan dengar pendapat dengan semua institusi yang berwenang mengatur ekspor-impor. Rapat itu termasuk dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Bamsoet, panggilan Bambang, mengatakan bahwa tidak semua masalah di bidang ekspor menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan.


"Sebagaimana praktik selama ini, mekanisme ekspor melibatkan kewenangan sejumlah kementerian dan lembaga," ujarnya, Selasa (6/2).

Bambang menyampaikan hal itu sebagai respons atas pernyataan Presiden Joko Widodo saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Jakarta, pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan kekecewaannya karena nilai ekspor Indonesia masih kalah dibanding Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Menurut Bambang, kinerja ekspor juga ditentukan oleh faktor biaya produksi dalam negeri dan logistik. Dalam konteks biaya produksi, pelaku usaha sering mempersoalkan suku bunga dan harga energi.

Bamsoet yang juga pengusaha, menambahkan, pelaku usaha membandingkan tingginya suku bunga di dalam negeri yang mencapai dua digit. Sementara di Tiongkok dan beberapa negara lain justru menawarkan kredit modal kerja dengan bunga di kisaran 5 persen.

Sedangkan pada aspek logistik ada persoalan inefisiensi. Menurut Bamsoet, faktor logistik  sudah menjadi masalah sejak lama yang menyebabkan produk ekspor Indonesia tidak kompetitif.

"Pada faktor logistik inilah tergambar banyaknya kewenangan dari sejumlah kementerian dan lembaga, karena menyangkut angkutan darat, udara, laut, kereta api, manajemen pelabuhan, pergudangan hingga proses pengiriman," sebut legislator Golkar itu.

Guna meningkatkan kinerja ekspor, sambung Bamsoet, faktor biaya produksi dan logistik harus dikaji lagi. Sebab, kontribusi faktor suku bunga, harga energi dan faktor logistik cukup signifikan dalam menentukan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional.

Mendongkrak kinerja ekspor tidak cukup dengan mendeteksi kebutuhan dan permintaan pasar internasional. Upaya itu harus pula didukung oleh strategi produksi dan logistik yang efisien agar bisa mengalahkan produsen dari negara lain.

Ia menegaskan, pimpinan DPR akan mendorong upaya peningkatan kinerja ekspor, mengingat kekuatan ekspor menjadi faktor yang menentukan tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi, selain investasi dan konsumsi masyarakat. [ald]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya