Berita

Nikki Haley/Net

Dunia

Bahas Serangan Klorin Di Suriah, Diplomat AS Dan Rusia Bentrok Di Dewan Keamanan PBB

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 08:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat dan Rusia bentrok di Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (5/2) karena sebuah desakan oleh Washington untuk mengutuk serangan gas klorin yang dilaporkan di Suriah yang telah menyebabkan banyak korban luka dalam beberapa hari ini, termasuk anak-anak.

Duta Besar Amerika Serikat Nikki Haley mengatakan kepada dewan bahwa ada bukti nyata dari belasan korban untuk menguatkan serangan klorin di Ghouta yang dikuasai pemberontak.

"Sekarang kami memiliki laporan bahwa rezim Assad telah menggunakan gas klorin terhadap orang-orangnya beberapa kali dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kemarin," kata Haley.


Amerika Serikat mengusulkan agar dewan tersebut mengadopsi sebuah pernyataan yang mengutuk "dengan syarat paling kuat" serangan klorin 1 Februari yang dilaporkan di kota Douma dan melukai lebih dari 20 warga sipil termasuk anak-anak.

Namun Rusia membalas dan menuduh Amerika Serikat melakukan kampanye propaganda yang ditujukan untuk menyalahkan Presiden Bashar al-Assad atas serangan kimia.

"Ini benar-benar jelas bagi kami, tujuannya adalah untuk pada dasarnya menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dimana tidak ada pelaku yang diidentifikasi," kata Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia menurut dokumen yang dilihat AFP.

Rusia mengusulkan sebuah rancangan pernyataan yang telah diubah yang tidak menyebutkan serangan di Ghouta Timur dan menekankan bahwa laporan tersebut harus dapat dipercaya dan diselidiki secara profesional.

Amerika Serikat menolak perubahan tersebut dan tidak ada pernyataan yang diadopsi.

Haley mengecam Rusia karena menolak keras pernyataan yang dia gambarkan sebagai penghukuman sederhana terhadap anak-anak Suriah yang tercekik oleh gas klorin.

Pernyataan yang dirancang oleh Amerika Serikat tersebut mengungkapkan keprihatinan serius atas tiga serangan klorin yang dilaporkan di Ghouta Timur dalam beberapa pekan terakhir dan menegaskan bahwa mereka yang bertanggung jawab untuk menggunakan senjata kimia harus dimintai pertanggungjawabannya.

Duta Besar Rusia mengatakan bahwa sementara Moskow siap untuk mengutuk penggunaan senjata kimia, namun tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut dalam bentuknya saat ini karena menuding bersalah ke Damaskus.

Dewan tersebut bertemu untuk membahas penggunaan senjata kimia di Suriah setelah Rusia menggunakan hak veto dua kali pada bulan November untuk memblokir pembaharuan sebuah panel investigasi PBB yang bertugas mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas serangan gas yang mematikan tersebut.

Rusia bulan lalu mengajukan sebuah rancangan resolusi untuk membentuk sebuah penyelidikan baru namun para diplomat Barat telah mengajukan pertanyaan tentang ketidakberpihakan panel yang diusulkan tersebut. [mel]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya