Berita

Salah satu kerangka yang ditemukan/RT

Dunia

Kuburan Massal Misterius Diduga Berisi 300 Orang Viking Dari Great Heathen Army

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 13:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Sebanyaj 300 kerangka jasad yang ditemukan di sebuah kuburan massal kuno di Inggris kemungkinan berasal dari Viking dari 'Great Heathen Army' atau Tentara Besar Biadab pada abad ke-9.

Begitu hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim arkeolog dari University of Bristol. Para peneliti percaya bahwa jenazah yang awalnya ditemukan pada tahun 80-an adalah prajurit yang dikirim ke Inggris untuk melawan Raja Mercia, membawanya ke pengasingan di tahun 873 M. Sejumlah artefak termasuk senjata dan koin perak juga diyakini berasal dari zaman itu.

Penanggalan radiokarbon awal dari jenazah, yang ditemukan di Derbyshire, Inggris, mengungkapkan bahwa mereka terlalu tua untuk menjadi keturunan Viking


"Tanggal radiokarbon sebelumnya dari situs ini semuanya dipengaruhi oleh sesuatu yang disebut efek reservoir laut, yang membuat mereka tampak terlalu tua," kata penulis utama studi Cat Jarman dalam keterangannya seperti dimuat Russia Today.

Dia menjelaskan secara sederhana bahwa ini berarti jika seseorang makan banyak ikan saat masih hidup, jenazahnya akan tampak lebih kuno.

"Saat kita makan ikan atau makanan laut lainnya, kita memasukkan karbon ke tulang kita yang jauh lebih tua daripada makanan terestrial. Ini membingungkan tanggal radiokarbon dari bahan tulang arkeologi dan kita perlu memperbaikinya dengan memperkirakan berapa banyak makanan laut yang dikonsumsi setiap orang," tambahnya.

Sebagian besar korban tewas, sekitar 80 persen, adalah pria berusia antara 18 dan 45 tahun. Beberapa menunjukkan tanda-tanda cedera keras yang sesuai dengan luka perang.

Laki-laki yang lebih tua dikubur dengan liontin palu Thor dan pedang Viking di antara artefak lainnya. Pejuang ini, menurut para peneliti, menerima banyak luka fatal sekitar waktu kematian, termasuk luka besar pada tulang paha kirinya.

Selanjutnya, gading babi hutan telah ditempatkan di antara kaki pejuang, menunjukkan bahwa dia mungkin telah menerima luka yang memotong penisnya, dan gading babi hutan, pengganti yang akan digunakan di alam baka.

Tidak semua jasad tersebut adalah laki-laki, sekitar 20 persen adalah perempuan. Empat remaja juga dimakamkan, meski di kuburan terpisah. Anak-anak berusia antara 8 dan 18 tahun, dikuburkan bersama dengan rahang domba di kaki mereka.

Setidaknya dua di antaranya menderita luka traumatis, yang membuat para periset mengatakan bahwa ini mungkin adalah sebuah kuburan ritual dan berkaitan dengan cerita kisah pembunuhan korban untuk menemani Viking meninggal dari catatan sejarah di tempat lain di dunia Viking.

Penelitian tim tersebut dipublikasikan Jumat di jurnal Antiquity. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya