Berita

Jaya Suprana

Terbunuhnya Kebenaran

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 09:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA mengenal Letjen (Purn) Kiki Syahnakri sebagai seorang prajurit sadar kebudayaan yang memproduksi film tentang perjuangan Jenderal Besar Soedirman. Beliau mengajak kita merenungi suasana kemelut kehidupan masa kini yang sedang carut marut ingkar kebenaran demi membenarkan ketikakbenaran dengan membagi sebuah dongeng berjudul Terbunuhnya Kebenaran sebagai berikut:

Penodaan
Tentara musuh memasuki sebuah desa. Mereka menodai kehormatan seluruh wanita di desa itu, kecuali seorang wanita yang selamat dari penodaan. Ia melawan, membunuh dan kemudian memenggal kepala tentara yang akan menodainya. Ketika seluruh tentara sudah pergi meninggalkan desa itu, para wanita malang semuanya keluar dengan busana compang-camping, meraung, menangis dan meratap, kecuali satu orang wanita tadi. Ia keluar dari rumahnya dengan busana rapat dan bersimbah darah sambil menenteng kepala tentara itu dengan tangan kirinya. Para wanita bertanya: "Bagaimana engkau bisa melakukan hal itu dan selamat dari bencana ini?" Ia menjawab: "Bagiku hanya ada satu jalan keluar. Berjuang membela diri atau mati dalam menjaga kehormatan." Para wanita mengaguminya, namun kemudian rasa was-was merambat dalam benak mereka,
Bagaimana nanti jika para suami menyalahkan mereka gara-gara tahu ada contoh wanita pemberani ini. Mereka khawatir sang suami akan bertanya "Mengapa kalian tidak membela diri seperti wanita itu, bukankah lebih baik mati dari pada ternoda?" Kekaguman pun berubah menjadi ketakutan yang memuncak. Bawah sadar ketakutan para wanita itu seperti mendapat komando. Mereka beramai-ramai menyerang wanita pemberani itu dan akhirnya membunuhnya. Ya, membunuh kebenaran agar mereka dapat bertahan hidup dalam aib, dalam kelemahan, dalam fatamorgana bersama. Beginilah keadaan kita saat ini, orang-orang yang terlanjur rusak. Mereka mencela, mengucilkan, menyerang dan bahkan membunuh eksistensi orang-orang yang masih konsisten menegakkan kebenaran, agar kehidupan mereka tetap terlihat berjalan baik. Walau sesungguhnya penuh aib, dosa, kepalsuan, pengkhianatan, ketidakberdayaan, dan menuju pada kehancuran yang nyata. Sebelum terlambat, pastikan berani berpihak kepada kebanaran. Hasbunallah wani'mal Wakil ni'mal mawla wani'man nashir.


Kenyataan
Sekilas dongeng yang dikisahkan Kiki Syahnakri terkesan sebagai suatu khayalan sangat mengerikan secara berlebihan.  Namun apabila kita renungi lebih mendalam maka pada hakikatnya dongeng mengerikan itu berupaya mengingatkan kita (kalau mau) pada kenyataan prahara G30S, Kudatuli, Mei 1998, Kampung Pulo, Pasar Ikan Akuarium, Kalijodo, Bukit Duri, Kendeng, Tulang Bawang, Yogyakarta, Papua, Rohingnya, Suriah, Yemen, Sudan, Uighur, Tibet dan titik-titik krisis kemanusiaan di berbagai pelosok planet bumi masa kini yang sedang diratapi oleh Sri Paus Fransiskus. [***]  

(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya