Berita

Foto/Net

Bisnis

PTDI Targetkan Jual 276 Unit Pesawat N 219 Selama 10 Tahun

Kebutuhan Pasar 2.000 Unit
MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 | 11:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Dirgantara Indonesia/PTDI (Persero) menargetkan pangsa pasar potensial pesawat N 219 mencapai 276 unit selama 10 tahun mendatang. Meski, secara global kebutuhan pesawat sejenis ini bisa mencapai 2.000 unit.

Kepala Divisi Penjualan Direktorat Niaga PTDI, Ade Yuyu Wahyuna mengatakan, pe­sawat N 219 dirancang untuk me­menuhi kebutuhan penerbangan, khususnya pada wilayah-wilayah dengan geografis pegunungan ataupun perbukitan.

Karenanya, melihat sambu­tan pasar yang cukup positif, pihaknya optimis bisa menarik pangsa pasar yang ada.


"Dari kebutuhan global yang ada, tentu kami harus menen­tukan target kami. Kita target­kan 276 unit pesawat (N 219) dengan proyeksi 10 tahun ke depan," ujarnya, di Bandung, Jumat (2/2).

Menurutnya, selain mengincar pasar domestik, pesawat bernama Nurtanio ini juga memiliki potensi pasar ke beberapa negara lain yang memiliki karakteristik geografis seperti di Indonesia. Misalnya, sebagian besar ada di wilayah Afrika dan Amerika Latin.

"Dari 276 unit itu, hanya 96 unit yang berasal dari pasar lokal. Misalnya pemerintahan seperti Papua dan Kalimantan," katanya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan serangkaian uji coba terbang pesawat N 219 sebagai syarat mendapatkan sertifikasi layak terbang. Sebab, pesawat tersebut baru membukukan 17 jam terbang dari 300 jam syarat sertifikasi tersebut.

Terakhir, uji coba terbang ke 15 kalinya selama satu jam baru saja dilakukan di Landasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada pukul 09.00 WIB. Di mana, Ester Gayatri Saleh menjadi pilot pesawat.

"Ya, ini uji coba ke 15 untuk pesawat N 219 dengan jam ter­bang total 17 jam," kata Tenaga Ahli PTDI, Andi Alisjahbana.

Sebelumnya, Direktur Uta­ma PTDI, Elfien Goentoro menerangkan, untuk memper­cepat pemenuhan sertifikasi laik terbang dari Kemente­rian Perhubungan (Kemenhub), pihaknya akan kemabali merilis purwarupa N219 kedua pada akhir Februari nanti.

Rencananya, purwarupa pesa­wat kedua N219 Nurtanio akan digunakan untuk pengujian sys­tem test, seperti avionic system, electrical system dan flight con­trol. Sehingga, dua purwarupa pesawat tersebut bisa menjalani serangkaian tes yang berbeda.

"Jadi, untuk uji terbang kita bagi menjadi dua, 50:50, tidak hanya dengan satu product de­velopment, ini untuk mengejar target jam terbang menjadi 350 jam, jadi proses sertifikasi bisa dipercepat," katanya.

Dengan begitu, serangkaian test penerbangan ini bisa selesai sesuai target yakni pada akhir Tahun 2018.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu baru saja mengembangkan bandara Wiriadinata Tasikma­laya dan telah dikerjasamakan dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk penerbangan sipil.

Menurut Kepala Bandara Wiriadinata Cirebon, Mark Ferdinan, dengan pengemban­gan yang dilakukan tahun ini, mulai dari perpanjangan runway (landasan pacu) hingga mem­perbesar kapasitas penumpang, diharapkan mampu menarik lebih banyak pengguna jasa penerbangan.

Termasuk, jenis pesawat yang bisa mendarat di bandara. Ia mencontohkan, pesawat N 219 bisa memanfaatkan penerban­gan menuju Tasikmalaya. Hal ini, sekaligus guna mendukung produk buatan dalam negeri.

"Ya, harapannya dengan per­luasan ini, kapal sejenis N 219 juga bisa terbang dan mendarat di sini. Sekarang kan yang bisa juga baru pesawat jenis ATR," harapnya saat berbincang den­gan Rakyat Merdeka.

Seperti diketahui, bandara Wiriadinata menjadi salah satu faktor penghubung jalur Selatan Jawa. Apalagi, Presiden RI Joko Widodo juga telah menginstruk­sikan perpanjangan runway menjadi 1.600 meter dari sebe­lumnya hanya sepanjang 1.400 meter. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya