Berita

Suasana sidang parlemen Iran/RM

Dunia

SEPEKAN DI NEGERI MULLAH (3)

Parlemennya Masih Parno

MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 | 06:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Iran sedang masuki musim dingin. Suhunya 0-14 derajat celcius. Tak sedingin udaranya, politik di negeri berpenduduk 80 juta jiwa itu, sempat membara. Sedingin apa rasanya dan sepanas apa politiknya? Wartawan Rakyat Merdeka, Mellani Eka Mahayana bersama lima wartawan lain Tanah Air berkesempatan mengikuti press tour selama sepekan (19-25 Januari) di Ibukota Iran, Teheran. Berikut liputannya:

Iran masih diselimuti ketakutan setelah penembakan yang terjadi di Gedung Parlemen dan makam Ayatollah Khomeini Juni tahun lalu. Hal itu sangat terasa saat kami mengunjungi “rumahnya” anggota dewan yang terhormat. Penjagaan di dalam dan ruang gedung sangat ketat. Ketatnya keamanan tak terlepas dari serangan di Iran sejak bom bunuh diri meluluhlantakkan Masjid Hosseynieh Seyed al-Shohada di Shiraz 12 April 2008. Insiden ini membunuh setidaknya 14 orang dan melukai lebih dari 200 orang.

Di depan gerbang, seorang tentara garda revolusi menyambut kami, lalu mengarahkan ke pintu masuk. Kami pun harus melewati jalan berupa lorong. Sekitar 300 meter menjelang pintu masuk di setiap pojok, terdapat satu tentara bersenapan laras panjang. Pengambilan foto juga dilarang. Sebagai orang luar dan dari media, untuk masuk kami disiapkan kartu pers. Tiba di pintu masuk, perempuan dan pria dipisahkan. Setelah dari pintu itu, kami disambut petugas yang memeriksa detil badan. Sampai di ruangan, kami menunggu giliran mendapat tanda pengenal Gedung Parlemen. Kedatangan kami ke sini untuk bertemu anggota dari Kurdistan Ali Golmovadi. Dia tergabung dalam kelompok persahabatan parlemen Iran dan Indonesia.


Untuk bertemu dengan anggota parlemen, disediakan 12 loket berdasarkan provinsi asal dari para wakil rakyat tersebut. Kebetulan, siang itu tidak banyak yang mengantre di loket. Kami pun cepat bertemu dengan Golmovadi. Sebelum bertemu, kami harus melewati pintu detektor sebelum berjalan lagi melewati lorong ke gedung utama. Di pojokan tampak lagi tentara bersenapan laras panjang.
Tiba di gedung utama, anggota sedang sidang. Di kursi balkon, tampak satu pria bersenjata laras panjang tapi bajunya sipil. Proses sidang di sini sama dengan di Gedung DPR, Senayan. Ada ruangan untuk pers juga. Dilengkapi komputer yang bisa internetan. Berbatas sekat yang masih bisa saling lihat, ada areal untuk berbincang dengan anggota dewan. “Terima kasih atas kedatangan teman-teman dari Indonesia,” kata Golmovadi.

Banyak yang dibicarakan Golmovadi. Utamanya soal kondisi keterpilihan perempuan di Iran. Menurutnya, dari 290 anggota parlemen, saat ini ada 17 anggota perempuan. Di sini, tidak ada pembatasan bagi perempuan bertarung di politik, tapi kenyataannya keterwakilan perempuan hanya 6 persen.

Golmovadi mengaku, anggota parlemen Indonesia pernah datang ke gedung ini tahun lalu. Saat itu, Ketua kelompok persahabatan Iran dan Indonesia di parlemen Republik Islam Iran Mahmoud Sadeghi bertemu anggota DPR Muhammad Arief Suditomo. Mereka sepakat, sebagai dua negara penting dan berpengaruh di dunia Islam, Indonesia dan Iran bisa membantu secara signifikan bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan. Sadeghi menilai terorisme sebagai plot asing untuk melemahkan kekuatan negara-negara Muslim.

Pemerintah Iran pada Januari tahun ini telah menyelenggarakan berbagai agenda internasional seperti Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) di Teheran. Dari Indonesia hadir Wakil Ketua DPR Fadli Zon, saat itu menjabat Plt Ketua DPR yang didampingi Nurhayati Ali Assegaf dan beberapa anggota DPR lain. Bersambung


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya