Berita

Salah satu rintangan yang dihadapi Satgas Kesehatan TNI di Asmat, Papua/Pendam Cenderawasih

Nusantara

Dansatgaskes TNI Anjurkan Langkah Terintegrasi Untuk Perbaikan Hidup Warga Asmat

SABTU, 03 FEBRUARI 2018 | 14:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang sudah berakhir di Kabupaten Asmat akan dilanjutkan dengan tahap pendampingan dan pemantauan.

Karenanya, perlu diadakan evaluasi guna memberikan masukan ke Pimpinan TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga lain untuk mengambil langkah-langkah tepat dan terintegrasi.
 
Hal tersebut dikatakan Komandan Satuan Tugas Kesehatan (Dansatgaskes) TNI, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tugas Tim Gabungan Satgaskes TNI yang sudah melaksanakan tugas di distrik-distrik Kabupaten Asmat.


Dari Posko Satgaskes TNI, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengatakan bahwa kondisi Asmat saat ini sudah mendapat banyak tenaga medis dan bantuan dari banyak pihak. Potensi yang sudah ada dapat difokuskan lebih lanjut pada upaya perbaikan gizi dan perbaikan taraf kehidupan serta pendidikan.
 
"Perlu langkah-langkah terintegrasi dari berbagai Kementerian dan Lembaga baik itu Kementerian PUPR, Kemensos, Kemendikbud, Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perikanan," ujar Brigjen TNI Asep Setia Gunawan.
 
Dalam rapat evaluasi, Dansatgaskes TNI mempersilakan anggota Tim 2 Gabungan Satgaskes TNI di bawah pimpinan Letda Laut (K) dr. Muhammad Aulia dan Letda Ckm Dedy Priyo Widodo, untuk menceritakan pengalamannya sehingga dapat menjadi masukan yang baik untuk tahap berikutnya.
 
Salah satu anggota Polri yang tergabung dalam Satgas, Aipda Parnu, menyebutkan perjalanan dari Agats ke Kampung Kapayaf 1, Distrik Kolf Braza, ditempuh dengan melewati sungai dan rawa. Tim Gabungan Satgaskes TNI harus berganti sarana transportasi mulai dari speed boat, viber dan katinting. Berkali-kali tim gabungan harus mengangkat alat transportasi yang ditumpangi karena ada rintangan alam dan kendala lain seperti tidak ada sinyal untuk komunikasi.

Dansatgaskes TNI menyampaikan tentang arti penting perbaikan sanitasi lingkungan, khususnya di lingkungan RSUD. Limbah rumah sakit seperti bekas obat-obatan dan sampah medis perlu penanganan khusus yang berbeda dengan limbah lainnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya