Berita

Ilustrasi/Net

Global

Dituduh Penjahat Siber, Pria Rusia Diekstradisi Spanyol Ke AS

SABTU, 03 FEBRUARI 2018 | 09:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria Rusia yang dituduh mengoperasikan jaringan komputer dari komputer yang terinfeksi yang digunakan oleh penjahat siber telah diekstradisi ke Amerika Serikat dari Spanyol jelang akhir pekan ini.

Menurut keterangan Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan (Jumat, 2/2), pria bernama Peter Levashov berusia 37 tahun menjalankan botnet Kelihos, yakni jaringan dengan lebih dari 100.000 perangkat yang terinfeksi yang digunakan oleh penjahat siber untuk menyebarkan virus, ransomware, email phishing dan serangan spam lainnya.

Levashov membantah tuduhan tersebut dalam sebuah dakwaan delapan kali yang diajukan oleh seorang juri federal di Connecticut pada bulan April tahun lalu. Dia juga melawan ekstradisi tersebut dengan mengatakan kepada Pengadilan Tinggi Spanyol pada bulan September bahwa dia telah bekerja untuk partai Rusia Rusia Vladimir Putin selama 10 tahun terakhir.


Dimuat Channel News Asia, dia mengatakan kepada pengadilan bahwa penyidik ​​di Amerika Serikat akan menyiksanya untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan politiknya jika dia dikirim ke sana untuk menghadapi tuntutan tersebut.

Namun ekstradisi tetap dilanjutkan dan Levashov didakwa oleh jaksa Amerika Serikat yang menyebabkan kerusakan yang disengaja pada komputer dan kecurangan kawat yang dilindungi. Hal itu membawa hukuman penjara potensial hingga 52 tahun jika dia dinyatakan bersalah dalam persidangan.

Levashov sendiri ditangkap saat berlibur di Barcelona bulan April lalu dan pada bulan Oktober, Pengadilan Tinggi Spanyol mengabulkan permohonan Amerika Serikat untuk mengekstradisi dia. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya