Berita

Iran/Net

Dunia

Polisi Iran Tangkap 29 Wanita Yang Lepas Jilbab Di Depan Umum

SABTU, 03 FEBRUARI 2018 | 06:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran menindak perempuan yang melanggar keputusan wajib berhijab jelang akhir pekan ini.

Setidaknya ada 29 wanita yang diamankan. Hal tersebut memicu kritik dari aktivis dan kelompok hak asasi manusia Iran. Dimut Al Jazeera, mengutip laporan media setempat, para wanita tersebut ditangkap karena dinilai mengganggu keamanan publik.

Tidak jelas di mana lokasi penangkapan namun hal tersebut memicu kritik.


29 wanita yang melepas hijab di depan publik tersebut diketahui merupakan mereka yang mengkespresikan penolakan atas peraturan soal kewajiban berhijab bagi wanita di depan publik. Para wanita tersebut melepaskan hijab mereka di depan publik dan melambaikannya pada kayu layaknya bendera.

Holly Dagres, seorang analis Iran-Amerika, mengatakan bahwa pemerintah Iran sangat sadar bahwa lebih dari separuh penduduknya menentang penggunaan jilbab.

"Ini terbukti dengan fakta bahwa polisi moralitas terus-menerus berpatroli di jalanan kota-kota besar seperti Teheran," kata Dagres.

"Pihak berwenang tahu bahwa jika mereka tidak menindak, wanita Iran akan terus menguji batas-batas dari apa yang mereka dapat dan tidak dapat mereka pakai," sambungnya.

Dagres mengatakan bahwa lebih banyak penangkapan cenderung memicu solidaritas dengan kampanye tersebut. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya