Berita

Lukisan yang diturunkan/RT

Dunia

Galeri Ini Turunkan Lukisan Abad Ke-19 Karena Kampanye #MeToo

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 13:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Sebuah galeri seni di Manchester, Inggris telah menurunkan salah satu koleksi yakni sebuah lukisan yang menampilkan sejumlah wanita telanjang di kolam dengan satu pria berpakaian.

Galeri Seni Manchester memutuskan untuk menurunkan lukisan itu menyusul kritik berkaitan dengan kampanye #MeToo yang viral beberapa waktu terakhir.

Sebagai informasi, kampanye #MeToo adalah kata yang digunakan pada media sosial untuk membantu menunjukkan prevalensi penyerangan seksual dan pelecehan yang meluas, terutama di tempat kerja. Kampanye ini menyebar segera setelah pengumuman umum tuduhan pelanggaran seksual terhadap Harvey Weinstein Oktober tahun lalu.


"Galeri-galeri yang ada di dunia yang penuh dengan isu gender, ras, seksualitas dan kelas yang saling terkait yang mempengaruhi kita semua. Bagaimana karya seni bisa berbicara dengan cara yang lebih kontemporer dan relevan?" begitu keterangan yang dirilis pihak galari.

Lukisan karya John William Waterhouse tahun 1896 itu menggambarkan sebuah adegan dari Mitologi Yunani di mana Nomia, seorang nimfa air, memberi Hylas, salah satu sahabat Heracles, ke makamnya yang berair. Tujuh makhluk mitos dalam lukisan semuanya ditunjukkan sebagai wanita telanjang.

Lukisan itu sebelumnya digantung di sebuah ruangan bernama "In Pursuit of Beauty," yang menampilkan lukisan wanita cantik, beberapa di antaranya diwakili tanpa pakaian apapun.

"Galeri ini menyajikan tubuh wanita sebagai 'bentuk dekoratif pasif' atau 'femme fatale'. Mari menantang fantasinya Victoria ini!" kata pihak galeri dalam pernyataan yang sama.

Namun kurator galeri seni kontemporer itu Clare Gannaway, mengatakan bahwa tujuan untuk menghapus lukisan itu adalah untuk menghindari perdebatan, dan bukan untuk menyensor. Dia mengatakan, bagaimanapun, bahwa keputusan untuk menghapus lukisan itu juga dipengaruhi oleh gerakan #MeToo.

"Itu bukan tentang menyangkal adanya karya seni tertentu," kata Gannaway seperti dimuat Russia Today.

"Bukan hanya tentang lukisan itu, tapi keseluruhan konteks galeri," tambahnya. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya